Pramono Khawatir Perang Israel-AS Vs Iran Picu Kenaikan Harga Barang dan Jasa

Senin 02-03-2026,21:29 WIB
Reporter : Cahyono
Editor : M. Ichsan

Pada periode Ramadan ini, kebutuhan pangan memang meningkat, terutama pada komoditas telur ayam yang naik sekitar 7,5 persen, daging sapi/kerbau, serta bawang putih yang naik sekitar 3,5 persen.

BACA JUGA:IHSG Kembali Tersungkur, Bursa Saham Ditutup Melemah 2,66 Persen di Awal Pekan

BACA JUGA:Dicibir Cuma Lulusan Paket C, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Disupport Aktivis 98 Pendiri Omah Dongeng Marwah

Namun demikian, stok beras tersedia lebih dari 100 ribu ton atau jauh di atas kebutuhan sekitar 68 ribu ton.

"Sementara daging ayam dan daging sapi juga memiliki cadangan berlipat dari kebutuhan bulanan. Begitu pula gula pasir dan minyak goreng yang stoknya mencapai puluhan ribu ton dan dinyatakan mencukupi," paparnya.

Elisabeth mengatakan, menjelang Idulfitri atau pada periode Maret ini, lonjakan konsumsi komoditas strategis diproyeksikan mengalami kenaikan.

Berdasarkan data sementara, kenaikan terbesar terjadi pada telur ayam yang meningkat lebih dari 17 persen, disusul daging ayam dan bawang merah yang naik di atas 10 persen.

BACA JUGA:727 Tatung Siap Guncang Cap Go Meh 2026 di Singkawang Besok, Catat Rute Lengkapnya

BACA JUGA:Hendra Basir Bantah Tudingan Pelecehan Seksual: Silakan Tanya ke 10 Atlet Itu!

"Meski demikian, stok beras tercatat lebih dari 136 ribu ton, jauh melampaui kebutuhan sekitar 78 ribu ton. Komoditas protein hewani, gula pasir, minyak goreng, serta aneka hortikultura juga memiliki buffer stok yang memadai," kata Elisabeth.

Ia juga memastikan serangkaian langkah antisipatif untuk meredam dampak dari potensi gejolak harga akibat dinamika global tersebut.

Menurut Elisabeth, Pemprov DKI Jakarta telah memperkuat koordinasi dengan BUMD pangan, distributor utama, asosiasi pedagang, serta pemerintah pusat guna memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan stok harian di pasar- pasar tradisional maupun ritel modern.

"Kami juga akan intensifikasi proses monitoring harga di lapangan. Jika ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar, kami segera lakukan intervensi melalui operasi pasar, bazar pangan murah, hingga optimalisasi pasokan dari BUMD," jelasnya.

Kategori :