Untuk mecari tahu soal impor baju bekas, Disway.id mencoba melakukan penelusuran di Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat dan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Di Pasar Senen Blok III, Disway.id mendapati puluhan karung balpres yang diduga berisi pakaian bekas menumpuk di depan lobi.
Karung-karung balpres tersebut diturunkan oleh para porter dari sebuah mobil boks yang terparkir di halaman depan Pasar Senen Blok III.
BACA JUGA:Potret Limbah Thrifting Tembus 68,4 Ton per Hari, Pengamat: Arus Belanja Bergeser
Menjelang maghrib, aktivitas bongkar muat barang semakin sibuk. Salah satu porter mengaku tidak tahu asal-usul barang-barang tersebut.
Salah satu pedagang thrifting di Pasar Senen Blok III, Dewi (45) mengatakan, barang-barang bekas tersebut biasanya dikirim dari China.
Namun Dewi tidak mau mengungkapkan siapa importir barang bekas tersebut.
Menjelang Maghrib, pelapak mulai menyusun dan merapikan barang-barang dagangannya dari balpres.-Candra/Disway.id-
"Yang barang luar biasanya China gitu. (Importirnya) aduh kurang tahu kalau soal itu," ujar Dewi saat ditemui di lapak dagangannya pada Jumat, 28 Februari 2026.
Selain di Pasar Senen, Disway juga melakukan penelusuran di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada pekan lalu.
Di Dermaga 101, Pelabuhan Tanjung Priok terlihat aktivitas bongkar muat barang impor tidak terlalu sibuk.
BACA JUGA:Jelang Lebaran 2026, Momentum Obral 'Limbah' Thrifting: Untung atau Rugi?
Di sana hanya terlihat beberapa kapal kontainer berukuran besar bersandar di dermaga pelabuhan. Mesin crane untuk memindahkan kontainer juga tampak tidak beroperasi.
Lalu lalang mobil-mobil kontainer di lokasi tersebut juga tampak tidak terlalu sibuk.
Salah satu pekerja di sana mengaku tidak tahu menau terkait lokasi bongkar muat barang pakaian bekas di area Pelabuhan Tanjung Priok.