TANGERANG, DISWAY.ID-- Kementerian Haji dan Umrah melaksanakan konsolidasi perhajian dan umrah embarkasi Banten untuk meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji dan umrah asal daerah tersebut.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menilai kegiatan ini penting karena Asrama Haji Cipondoh merupakan embarkasi dan asrama haji yang baru.
Menurut Dahnil, selama ini jemaah haji asal Banten berangkat melalui Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Berkat kolaborasi dengan Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Provinsi Banten, tahun ini lebih dari 9.000 jemaah haji asal Banten akan berangkat dari Asrama Haji Cipondoh.
BACA JUGA:Kemenhaj Pastikan Perlindungan, 6.047 Jemaah Umrah RI Berhasil Kembali ke Tanah Air
BACA JUGA:Golkar dan PKS Dukung Langkah Prabowo Antisipasi Gejolak Geopolitik Global
“Tentunya saya secara khusus melaksanakan konsolidasi, agar pelayanan bagi tamu Allah bisa lebih maksimal,” katanya, Selasa (3/3/2026).
Konsolidasi melibatkan kepala daerah, Komisi VIII DPR RI, serta stakeholder seperti Imigrasi dan Garuda Indonesia untuk meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji asal Banten.
Salah satu hasilnya adalah menjadikan Asrama Haji Cipondoh sebagai pilot project One Stop Service.
Program ini merupakan opsi bagi jemaah umrah untuk menikmati layanan terintegrasi di satu tempat.
Mantan Dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) ini menjelaskan, pilot project bisa dinikmati jemaah umrah mandiri atau melalui travel, atau langsung ke Bandara Soekarno-Hatta.
Pilot Project One Stop Service merupakan inisiatif Kementerian Haji dan Umrah bekerja sama dengan Garuda Indonesia dan Imigrasi.
BACA JUGA:Pemerintah Jaga Keseimbangan Pasokan Nikel untuk Stabilkan Harga Komoditas
Semua pelayanan dilakukan di Asrama Haji Cipondoh, yang memiliki fasilitas seperti miniature Ka’bah, Sa’i, dan asrama yang memadai.
“Di Asrama Haji Cipondoh memiliki fasilitas miniature Ka’bah, Sa’i dan asrama yang cukup bagi jemaah umrah,” ujar Dahnil.