MALUKU UTARA, DISWAY.ID -- Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Maluku Utara yang dibangun oleh PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) di Desa Rioribati, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, pada Selasa (03/03).
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam mengawal program prioritas pendidikan sekaligus memperkuat sinergi dengan Hutama Karya sebagai pelaksana proyek.
Dalam kunjungannya, Gubernur Maluku Utara didampingi oleh Project Manager, Muchamad Andjar Fauzian, Site Operational Manager, Sanggabuana Satria, dan Manager QHSSE, Dian Krisnawan. Turut hadir Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
BACA JUGA:IHSG Dibuka Menguat 2,16 Persen, Prediksi Analis untuk Pergerakan Saham Gabungan Hari Ini
BACA JUGA:Harga Emas Merangkak Naik, BSI Pastikan Ketersediaan Stok Aman
Peter Paul John Nanlohy, ST, Team Leader Manajemen Konstruksi, Ir. Kaharudin, M.Sc, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Dalam arahannya, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat Provinsi Maluku Utara menjadi salah satu wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak‑anak dari keluarga kurang mampu.
Ia juga mengapresiasi kerja keras tim pelaksana proyek yang terus mengakselerasi pembangunan dengan tetap menjaga aspek keselamatan dan kualitas.
“Sekolah Rakyat ini adalah harapan bagi anak‑anak Maluku Utara, khususnya dari keluarga kurang mampu. Saya berharap proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu dengan tetap menjaga mutu dan kualitas. Tetap semangat dan jaga keselamatan kerja,” ujar Sherly Tjoanda.
Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Maluku Utara dilaksanakan di dua lokasi, yakni Desa Rioribati, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, dengan luas lahan sekitar 86.000 m², serta Desa Kukumutuk, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, dengan luas lahan sekitar 88.000 m².
BACA JUGA:Siapkan Alternatif Pasok Minyak Mentah, Dua Kapal dari Selat Hormuz Perjalanan ke RI
BACA JUGA:Bank bjb Buka Peluang Investasi Produktif Lewat Sustainability Bond Tahap II 2026
Kedua lokasi dipilih untuk menjangkau wilayah dengan kebutuhan layanan pendidikan yang tinggi, sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan sumber daya manusia di Maluku Utara.
Sekolah ini dirancang sebagai fasilitas pendidikan terpadu dengan konsep boarding school untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, dilengkapi asrama siswa (putra dan putri), rumah susun guru, bangunan utilitas, serta fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola dengan running track, lapangan basket, dan bola voli.
Selain itu, sarana yang tersedia antara lain gedung ibadah/masjid, gedung serbaguna, dapur dan kitchen lab, kantin, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya, dengan desain bangunan yang mempertimbangkan aspek keberlanjutan, efisiensi energi, dan kemampuan adaptasi agar lingkungan belajar tetap kondusif dalam jangka panjang.