FPI Minta Indonesia Keluar dari BoP, Habib Hanif Al Attas Singgung Israel yang Suka Berkhianat

Jumat 06-03-2026,03:20 WIB
Reporter : Anisha Aprilia
Editor : Marieska Harya Virdhani

JAKARTA, DISWAY.ID - Sekretaris Majelis Syuro DPP FPI Habib Hanif Al Attas menyurati Presiden Prabowo Subianto untuk meminta agar Indonesia menarik diri dari keanggotaan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).

Surat tersebut ia sampaikan dalam forum buka bersama dengan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 5 Maret 2026.

“Walaupun tadi belum mendapat kesempatan bicara, kami sampaikan surat secara resmi kepada Presiden. Kita minta Indonesia tetap menarik diri dari BoP,” kata Habib Hanif.

BACA JUGA:Cerita Rano Karno Umrah di Tengah Perang Israel-AS vs Iran: 38 Ribu Jemaah Indonesia Tertahan Tak Bisa Pulang

Menantu Habib Rizieq ini menilai, sikap tersebut bukan karena ketidakpercayaan terhadap Presiden Prabowo, melainkan karena ketidakpercayaan terhadap Amerika Serikat dan Israel dalam konteks konflik global, khususnya yang berkaitan dengan Palestina.

Ia menjelaskan sikap tersebut didasarkan pada rekam jejak Amerika Serikat dan Israel yang dinilai memiliki catatan buruk terkait isu Palestina.

Menantu Habib Rizieq ini menilai pengalaman selama ini menunjukkan kedua negara tersebut tidak dapat dipercaya dalam upaya penyelesaian konflik di Timur Tengah.

BACA JUGA:Harga BBM Bakal Naik Imbas Konflik Iran-Israel? Ini Kata Pemerintah

“Kita percaya iktikad baik Presiden Republik Indonesia tapi kita nggak percaya Amerika. Kita nggak percaya sama Israel. Nabi-nabi aja, para Rasul saja dikhianati oleh Israel, apalagi cuma kita manusia biasa," ujar dia.

"Bukan karena tidak percaya sama Presiden, bukan, tapi kami tidak percaya Amerikanya, tidak percaya dengan Israelnya," sambungnya.

BACA JUGA:Sebut Arab Saudi dan Qatar Tahan Agen Mossad, Tucker Carlson: Strategi Adu Domba Israel

Habib Hanif mengatakan dalam forum tersebut, Presiden Prabowo menjelaskan akan keluar dari BoP apabila tidak ada kemaslahatan Palestina.

"Presiden tadi menyampaikan kalau melihat tidak ada kemaslahatan lagi untuk Palestina, tidak ada peluang untuk memperjuangkan kemaslahatan Palestina dan tidak sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia, Presiden akan menarik diri,” imbuhnya.

BACA JUGA:Jenderal Bintang Dua Israel Ancam Indonesia Tak Urus Perang, Connie Bakrie: Intelejen Mereka Kuat

Meski demikian, ia menilai Indonesia seharusnya tidak perlu menunggu kondisi tersebut untuk mengambil langkah keluar dari BoP.

Kategori :