Sebut Arab Saudi dan Qatar Tahan Agen Mossad, Tucker Carlson: Strategi Adu Domba Israel

Sebut Arab Saudi dan Qatar Tahan Agen Mossad, Tucker Carlson: Strategi Adu Domba Israel

Tucker Carlson yang merupakan pengamat politik Amerika mneyebutkan jika Arab Saudi dan Qatar tahan agen Mossad pada Minggu malam 1 Maret.-dok disway-

JAKARTA, DISWAY.ID - Tucker Carlson yang merupakan pengamat politik Amerika mneyebutkan jika Arab Saudi dan Qatar tahan agen Mossad pada Minggu malam 1 Maret.

Menurutnya penahanan agen Mossad saat mata-mata asal Israel tersebut mencoba untuk melakukan peledakan di beberapa wilayah di Arab Saudi dan Qatar.

Agen Mossad menjadi salah satu nama yang terus disebut pasca penyerangan Amerika dan Israel ke Iran yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu 28 Februari lalu.

Dalam videonya, Carlson menyampaikan jika Arab Saudi dan Qatar menahan agen Israel yang merencanakan pemboman.

BACA JUGA:Jenderal Bintang Dua Israel Ancam Indonesia Tak Urus Perang, Connie Bakrie: Intelejen Mereka Kuat

BACA JUGA:Eks Menlu: Prabowo Petakan Navigasi Indonesia di Tengah Konflik AS-Israel vs Iran, Situasinya Tak Mudah

“Arab Saudi dan Qatar telah menangkap dan menahan agen Mossad Israel yang merencanakan pemboman di negara-negara tersebut," kata Carlson.

"Mengapa Israel melakukan pemboman di negara-negara Teluk, yang juga diserang oleh Iran, padahal mereka berada di pihak yang sama,” tanyanya.

Carlson menyampaikan jika sebenarnya Israel ingin menyakiti Iran, dan Qatar, dan UEA, dan Arab Saudi, dan Bahrain, dan Oman dan Kuwait.

Untuk mencapai tujuannya, Isarel sengaja memicu ketidakstabilan di antara sekutu Arab dan Washington.

Menurut Carlson, penangkapan ini bisa menjadi titik balik dalam keamanan regional, dengan mengatakan bahwa negara-negara Teluk semakin bersedia untuk melawan operasi intelijen Israel.

BACA JUGA:GILA Massal di Israel! Gangguan Mental Warga Melonjak 350 Persen, Mossad Diserang, Iran Ultimatum Netanyahu

BACA JUGA:Terbukti Membelot ke Rezim Israel, Agen Mata-Mata Mossad Dieksekusi di Iran

"Mereka bukan hanya mata-mata, mereka adalah orang-orang yang ditugaskan untuk melakukan operasi kinetik—pemboman," kata Carlson.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads