Iran Bantah Serang Kilang Saudi Aramco: Itu Drone Israel!
Majid Takht-Ravanchi yang merupakan Mantan Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebutkan bahwa pihaknya tidak pernah menargetkan kilang Ras Tanura Arab Saudi.-dok disway-
JAKARTA, DISWAY.ID – Tidak hanya menargetkan situs militer, namun serangan rudal juga menyasar fasilitas publik dan swasta, termasuk Kilang Ras Tanura yang merupakan salah satu kilang terbesar milik Saudi Aramco.
Pada awalnya dikabarkan jika drone tersebut milik Iran, namun belakangan Iran bantah serang kilang Saudi Aramco yang menyebabkan kebakaran di beberapa lokasi.
Majid Takht-Ravanchi yang merupakan Mantan Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebutkan bahwa pihaknya tidak pernah menargetkan kilang Ras Tanura Arab Saudi.
“Kami telah mendengar kabar bahwa kilang Saudi Aramco terbakar akibat serangan drone, dan saya tegaskan jika Iran tidak pernah menargetkan kilang tersebut,” tegasnya.
BACA JUGA:Intelijen Ungkap Proyek Nuklir Rahasia Iran, Trump Ancam Kirim Pasukan Darat: Saatnya Bertindak!
BACA JUGA:Bahlil: Stok BBM Nasional Aman 20 Hari, Konflik Iran–Israel dan AS Belum Ganggu Subsidi Energi
Majid juga menyampaikan bahwa serangan yang dilakukan merupakan perbuatan Israel yang selalu mencari kesempatan untuk menyalahkan Iran terhadap berbagai serangan yang terjadi di wilayah Arab Saudi dan sekitarnya.
Kilang terbesar yang memproduksi minyak serta gas tersebut mengalami kerusakan dan terpaksa di tutup akibat serangan drone pada Senin 2 Februari lalu.
Pihak Arab Saudi menyampaikan sebenarnya 2 drone yang menyerang Saudi Aramco berhasil di cegat, namun puing drone tersebut menyebabkan kebakaran.
Dari laporan yang dikeluarkan oleh pihak kilang, tidak ada korban akibat serangan drone, namun kilang harus ditutup untuk mengantisipasi keamanan.
BACA JUGA:Pramono Khawatir Perang Israel-AS Vs Iran Picu Kenaikan Harga Barang dan Jasa
BACA JUGA:Beredar Narasi BoP Terlibat Konflik AS-Israel dengan Iran, Hasil Cek Fakta: Konten DFK
Kilang Ras Tanura memproduksi lebih dari setengah juta barel per hari, selain itu juga berfungsi sebagai terminal ekspor penting untuk minyak mentah Saudi karena lokasinya di Teluk Persia.
Akibat serangan ini menimbulkan spekulasi jika harga minyak dapat meroket jika perang berlanjut.
Iran Tutup Selat Hormuz
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: