Terbukti Membelot ke Rezim Israel, Agen Mata-Mata Mossad Dieksekusi di Iran
Pemerintah Iran mengeksekusi seorang pria bernama Esmaeil Fekri pada Senin pagi waktu setempat, setelah dinyatakan bersalah atas kolaborasi intelijen dengan badan mata-mata Israel, Mossad.--frstrategie
TEHERAN, DISWAY.ID – Pemerintah Iran mengeksekusi seorang pria bernama Esmaeil Fekri pada Senin pagi waktu setempat, setelah dinyatakan bersalah atas kolaborasi intelijen dengan badan mata-mata Israel, Mossad.
Eksekusi dilakukan setelah Fekri menjalani proses hukum penuh, termasuk persidangan, pengajuan banding, hingga putusan akhir yang dikonfirmasi oleh Mahkamah Agung Iran.
Menurut keterangan resmi dari Pusat Media Kehakiman Iran, Fekri ditangkap pada Desember 2023 oleh aparat keamanan saat tengah aktif berkomunikasi dengan agen-agen Mossad dilansir dari IRNA.
BACA JUGA:Dubes Iran: Israel Seperti Kanker Kronis yang Gerogoti Timur Tengah, Usir dari PBB!
Dalam penyelidikan, Fekri diketahui menjalin hubungan dengan dua perwira Mossad dan mencoba mengumpulkan serta mengirimkan informasi rahasia negara.
Informasi yang dibocorkan mencakup lokasi fasilitas strategis, identitas individu tertentu, serta rincian misi internal yang bersifat sensitif terhadap keamanan nasional Iran.
Pihak Iran menyebut tindakan Fekri sebagai bentuk pengkhianatan dan ancaman serius terhadap keamanan nasional. Proses eksekusi dilakukan dengan metode gantung.
BACA JUGA: Dedi Mulyadi Masih Ogah Patungan Subsidi TransJabodetabek, Utamakan Benahi Angkutan Desa
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Israel.
Sementara itu di Indonesia, Mohammad Boroujerdi, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia menyebut Israel seperti kanker yang kronis yang menggerogoti wilayah Timur Tengah.
Boroujerdi menyoroti rangkaian serangan Israel terhadap Iran, Palestina, Lebanon, dan negara-negara lain, yang menurutnya sudah menargetkan umat Muslim secara sistematis dan berkelanjutan.
BACA JUGA:Nico Williams Gabung dengan Barcelona, Fabrizio Romano Konfirmasi Hal Ini
“Negara mana pun di dunia yang memulai peperangan harus dikutuk. Dalam hal ini, rezim Zionis Israel adalah pencetusnya. Ini adalah sebuah kanker kronis di Timur Tengah—menyerang Iran, Palestina, Lebanon, dan kawasan lain. Rezim pengecut ini harus dikeluarkan dari keanggotaan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” tegasnya.
Dubes Iran juga mengingatkan bahwa agresi ini bukan yang pertama dan dipastikan bukan yang terakhir.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: