MUI Sepakat Indonesia Harus Keluar dari BoP: Penggagasnya Tak Dukung Perdamaian

Jumat 06-03-2026,11:02 WIB
Reporter : Anisha Aprilia
Editor : Marieska Harya Virdhani

JAKARTA, DISWAY.ID - Indonesia diminta segera keluar dari Board of Peace bentukan Presiden AS Donald Trump.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis menyebut Dewan Perdamaian atau Board of Peace tak efektif lagi usai terjadinya perang Iran-Israel dan Amerika.

"Kalau kita kan melihatnya tidak efektif sudah di BoP itu karena ternyata penggagasnya juga tidak memberikan semacam gambaran, baik track record maupun sekarang yang memihak pada perdamaian," ucap Cholil di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.

BACA JUGA:Prabowo Tak Gegabah Indonesia Keluar dari Board of Peace, Utamakan Jalur Diplomasi Perdamaian

Cholil menekankan Indonesia harus berperan aktif menciptakan perdamaian dunia. Ia menyatakan jangan sampai peperangan ini berdampak negatif terhadap rakyat sipil.

Ia berharap Indonesia bisa ikut terlibat menciptakan perdamaian sesuai prinsip politik bebas aktif di tengah perang uang memanas di Timur Tengah.

BACA JUGA:Konflik Timur Tengan Memanas, Jimly Usul Indonesia Tangguhkan Keanggotaan Board of Peace

"Jangan sampai perang ini mengenakan pada rakyat sipil. Kemudian kita berharap juga ini bisa menciptakan perdamaian dengan memaksimalkan peran PBB dan OKI karena semua akan rugi kalau ini perang terus berlangsung," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Majelis Rasulullah Nabil bin Fuad Al Musawa mengatakan keputusan Indonesia untuk masuk ke dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) kurang efektif.

BACA JUGA:Pimpinan Majelis Rasulullah Nilai Keanggotaan Indonesia di Board of Peace Perlu Ditinjau Ulang

Ia menyarankan agar Presiden Prabowo meninjau ulang hal tersebut. Namun, menurutnya, alangkah baiknya jika Indonesia keluar dari BoP.

"Kalau menurut kami kebeadaan BoP kurang efektif. Jadi mungkin presiden perlu meninjau ulang, kalau bisa mengundurkan diri lebih bagus," kata Habib Nabil.

Kategori :