Putra Mahkota Johor Tantang Netizen Seret Dirinya ke Sidang Kasus Pemalsuan Data 7 Pemain: Please!

Jumat 06-03-2026,11:38 WIB
Reporter : Risto Risanto
Editor : Risto Risanto

JAKARTA, DISWAY.ID - Putra Mahkota Johor, Tunku Ismail Sultan Ibrahim menantang netizen untuk menyeret dirinya ke persidangan.

Ia merasa tidak bersalah atas tuduhan pemalsuan data ketujuh pemain naturalisasi di Timnas Malaysia.

Awalnya ada yang menjelaskan bahwa CAS (Court of Arbitration for Sport) atau Pengadilan Arbitrase Olahraga sebagian telah mengabulkan banding dari tujuh pemain Malaysia yang dikenai sanksi dalam skandal kelayakan pemain Malaysia.

Pengadilan Arbitrase Olahraga memutuskan bahwa larangan 12 bulan mereka hanya berlaku untuk pertandingan resmi.

Dengan begitu CAS memberikan keringanan berupa mereka para pemain Malaysia itu diizinkan untuk berlatih dengan klub.

BACA JUGA:CAS Hancurkan Harapan Malaysia! Banding FAM Ditolak, Skandal 7 Pemain Naturalisasi Berujung Sanksi Berat

FAM masih harus membayar denda sebesar 350.000 Franc Swiss (CHF) atau lebih dari Rp7,3 miliar yang dijatuhkan oleh FIFA.

Kemudian ada salah seorang netizen Malaysia yang menilai kasus pemalsuan data ini sangat erat kaitannya dengan peran Tunku Ismail Sultan Ibrahim.

"TMJ kena bertanggungjawab atas kepalsuan ni, kami tak lupa, nak bagi alasan isu dalaman takkan lah acc X kena hack dengan hacker untuk bagitahu dah jumpa pemain warisan. Ni bukan kes 1MDB Najib yang sah mahkamah tak boleh terima akal alasan beliau," tulis akun X @MrIbnusaif.

Ternyata Tunku Ismail membalas cuitan tersebut dengan mengatakan 'setuju'.

Mungkin, maksudnya, ia merasa benar dan tidak bersalah atas dugaan pemalsuan dokumen ketujuh pemain naturalisasi Malaysia tersebut.

BACA JUGA:Seluruh Exco FAM Kompak Mundur Gegara Sanksi FIFA, Buntut Skandal Naturalisasi Bermasalah

"Setuju! Saya ada cadangan yang lebih baik. Beramai ramai take me to court with whatever evidence. Please," balas Tunku Ismail Ibrahim melalui akun X pribadinya (@HRHJohorII).

Awal mula kasus naturalisasi Malaysia ini terjadi pada tahun lalu ketika tujuh pemain naturalisasi dilaporkan terkait masalah dokumen yang diduga tidak sesuai dengan aturan internasional.

Laporan tersebut kemudian memicu penyelidikan FIFA terhadap pemain naturalisasi Malaysia untuk memastikan keabsahan dokumen serta garis keturunan para pemain yang bersangkutan.

Tujuh Pemain Naturalisasi Malaysia Disorot FIFA

Kategori :