JAKARTA, DISWAY.ID - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro berkomitmen menyeimbangkan perannya sebagai agen pembangunan sekaligus entitas bisnis yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Seluruh portofolio dan arah strategis Jakpro diselaraskan dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang maju, berdaya saing, dan inklusif.
BACA JUGA:Dokter Bedah Plastik Ungkap Metode Operasi Bibir Sumbing pada Anak, Butuh Waktu 45 Menit
BACA JUGA:Kasus Bird Strike Meningkat, Lion Group Dorong Industri Penerbangan Perkuat Mitigasi
Sebagai pengelola berbagai aset penugasan dan infrastruktur strategis kota, Jakpro berada pada posisi yang unik sekaligus menantang. Di satu sisi, perusahaan mengemban tanggung jawab pembangunan publik berskala besar dengan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang luas.
Di sisi lain, sebagai perseroan daerah, Jakpro tetap dituntut menjaga kinerja keuangan yang sehat dan berkelanjutan melalui tata kelola perusahaan yang baik.
BACA JUGA:Wow! JIS Berpeluang Besar Jadi Venue Konser BTS di Jakarta, Jakpro: Diumumkan April
Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, menegaskan bahwa prinsip keberlanjutan menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi perusahaan dalam menjalankan setiap penugasan dan proyek strategis.
“Jakpro tidak hanya memastikan proyek dapat diselesaikan dengan baik, tetapi juga memastikan setiap proses pembangunan memperhatikan dampak sosial dan lingkungan secara terukur. Karena itu, laporan keberlanjutan menjadi instrumen penting untuk memastikan akuntabilitas dan konsistensi penerapan prinsip keberlanjutan di seluruh lini bisnis,” ujar Iwan dalam keterangannya pada Jumat, 6 Maret 2026.
Sejalan dengan transformasi Jakarta menuju kota global yang berdaya saing dan berkelanjutan, Jakpro melihat peluang besar untuk bertransformasi menjadi City Master
Developer entitas yang mampu mengorkestrasi pembangunan kota secara terpadu dengan menghubungkan perencanaan tata ruang, mobilitas perkotaan, dan aktivitas ekonomi dalam satu ekosistem yang saling terintegrasi.
Arah transformasi tersebut telah diterjemahkan ke dalam peta jalan jangka panjang perusahaan, yang dimulai dari fase penguatan fondasi organisasi dan tata kelola, dilanjutkan dengan aktivasi serta pengembangan kawasan terintegrasi, hingga tahap integrasi dan konsolidasi portofolio kawasan secara profesional dan berkelanjutan.
Roadmap ini menjadi kerangka strategis Jakpro dalam menyeimbangkan mandat pembangunan publik dengan penguatan struktur bisnis perusahaan.
Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta, Syaefullah Hidayat, menegaskan bahwa transformasi Jakpro sejalan dengan arah kebijakan pembinaan BUMD yang berorientasi jangka panjang.