Kemensos Percepat Transformasi Digital demi Akurasi Data Penerima Bansos

Jumat 08-05-2026,18:52 WIB
Kemensos Percepat Transformasi Digital demi Akurasi Data Penerima Bansos

Integrasi data itu diharapkan membantu pemerintah mengukur tingkat kelayakan penerima manfaat sekaligus memantau proses menuju kemandirian keluarga penerima bantuan.-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Sebagai bagian dari upayanya untuk memperkuat keakuratan dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial (bansos), Pemerintah bersama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dengan bangga mengumumkan rencana peluncuran sistem digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos), pada akhir tahun 2026 ini.

Menurut Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, sistem tersebut dirancang untuk memungkinkan pemerintah memetakan profil penerima bantuan secara lebih lengkap, termasuk kondisi sosial, aset, hingga data biometrik penerima manfaat.

BACA JUGA:Olah TKP Kebakaran Rumah Haerul Saleh, Ruang Kerja Lantai 4 Terbakar 80 Persen

"Dengan adanya digitalisasi Bansos ini kita lebih mengetahui profil dari penerima Bansos," ucap Menteri yang akrab disapa Gus Ipul tersebut kepada media secara daring, pada Jumat (08/05).

Melanjutkan, Gus Ipul juga menambahkan bahwa sistem tersebut tidak hanya memungkinkan pihak Kemensos untuk mengetahui data aset atau profil penerima bansos, namun juga mungkin kepemilikan rumah.

Selain itu, pemerintah juga dapat mengetahui berbagai jenis bantuan yang diterima masyarakat, baik dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, maupun bantuan nonpemerintah.

BACA JUGA:Investasi Emas dari Rp100 Ribu, Memang Bisa? Ini Jawabannya!

"Kita lebih mengetahui profil dari penerima Bansos. Kita tidak hanya tahu asetnya tapi juga mungkin kepemilikan rumahnya. Sehingga kita bisa mengetahui setiap tahun penerima manfaat ini menerima berapa besar bantuan-bantuan," tutur Gus Ipul.

Di sisi lain, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, sistem tersebut sendiri merupakan portal pendaftaran dan sanggah bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako yang terintegrasi lintas kementerian dan lembaga.

Nantinya, sistem tersebut juga akan memanfaatkan teknologi pindai wajah (face recognition) dan AI untuk meningkatkan validasi penerima bantuan sosial.

BACA JUGA:11 Daftar Kosmetik yang Ditarik Edar BPOM, Terungkap Ada yang Mengandung Merkuri

"(Digitalisasi) ini memang sangat penting, sehingga proses pengambilan keputusan basisnya harus data akurat," tegas Luhut.

Lebih lanjut, Luhut juga menambahkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto sendiri juga sudah melakukan pengecekan kepada proses pendaftaran, serta mekanisme sanggah data penerima bantuan.

"Kalau ini semua berjalan baik yang 42 Kabupaten, Presiden nanti roll out pada bulan Oktober atau November, paling lambat tahun ini saya kira secara nasional sudah bisa jalan," ucap Luhut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait