MBG

MBG

Menakar Urgensi MBG atau Subsidi Pendidikan pada Sekolah Dasar, Menengah, dan Tinggi.-Salman Muhiddin-Nano Banana 2

"MBG bermanfaat atau tidaaak?"

Pekan lalu jawabannya serentak: "Tidaaak!"

Pekan ini bisa beda lagi.

Terutama setelah Biro Pusat Statistik (BPS) mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan pertama tahun 2026: 5,61 persen.

Tahun lalu saja, ketika ekonomi dilaporkan tumbuh 5,11 persen banyak yang mengecam BPS: tidak independen. Banyak yang berkomentar itu tidak sesuai dengan kenyataan.

Pun ketika angka pertumbuhan triwulan pertama 2026 diumumkan 5,61 persen banyak yang heran: hah? Justru naik? Angka apa-apaan ini?

Lalu mulailah dianalisis. Ada dua pendorong utama tingginya pertumbuhan ekonomi itu. Yang pertama berkat berkah siklikal: Lebaran. Apalagi tahun ini Lebarannya bersamaan dengan hari raya Imlek. Penduduk banyak yang belanja untuk dua hari raya itu.

Yang kedua, ini dia: MBG –Makan Bergizi Gratis. Program MBG telah menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi secara nyata.

Maka dua hari terakhir ini sangat terasa di mana-mana: orang bicara tentang kebaikan MBG. Termasuk bagaimana MBG telah menggerakkan rantai ekonomi di lapisan bawah. Sampai ada yang mengatakan MBG ternyata telah bisa membalik ekonomi: membuat pertumbuhan yang sekaligus pemerataan. Istimewa.

Di masa lalu kalau pun ekonomi tumbuh tapi kesenjangan kaya-miskin melebar. Tumbuhnya pun segitu-gitu saja: lima persen. Angka terbaru kemarin dinilai sebagai ''tumbuh lebih tinggi, tanpa memperlebar kesenjangan''.

Hebatnya, ada yang sampai mengatakan begini: MBG lebih hebat dari gegap gempitanya hilirisasi.

Meski hilirisasi digalakkan begitu hebatnya pertumbuhan ekonomi hanya sama saja dengan sebelum hilirisasi. Padahal hilirisasi tidak ada manfaatnya untuk pemerataan. Hasil hilirisasi hanya berputar pada orang-orang tertentu.

Sedang MBG terbukti ada korelasinya dengan pertumbuhan yang naik, disertai kepastian mendorong pemerataan ekonomi.

Tentu masih harus dirinci: besar mana peran MBG dibanding Lebaran-Imlek dalam kenaikan pertumbuhan lebih setengah persen itu.

Sampai hari ini belum ada angka yang keluar. Para pembela MBG perlu menyiapkan data ilmiahnya. Siapa tahu pihak yang menganggap MBG tidak berguna akan menyajikan data sebaliknya.

Ketika angka pertumbuhan ekonomi itu diumumkan, saya lebih memperhatikan mimik Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Mungkin ia kecewa: kok belum juga naik menjadi enam persen ya. Padahal ia sudah sering memberi gambaran sangat optimistis: tahun 2026 akan tumbuh enam persen, lalu 2027 tujuh persen, dan 2028 atau 2029 delapan persen.

Setelah kecewa, Purbaya terlihat sedikit gembira. Sedikit. Yang penting angkanya sudah naik. Biar pun naiknya baru setengah persen. Tapi pada pertumbuhan ekonomi kenaikan setengah persen itu sangat berarti.

Maka Purbaya masih harus bersabar menunggu rapor BPS di triwulan kedua. Masih ada waktu. Tapi juga ada dag-dig-dug-nya: tidak ada lagi Lebaran dan Imlek di triwulan kedua. Apa lagi yang bisa diharap bisa jadi pendorong pertumbuhan. Jangan-jangan angka 5,61 persen itu justru kembali turun.

Begitu semangatnya orang pro-MBG menghubungkan program itu dengan keberhasilan kenaikan angka pertumbuhan. Bisa jadi harapan sebagian orang agar MBG direvisi menjadi kian jauh. Bahkan jangan-jangan semangat menggenjot MBG kian kuat.

Bahkan semangat itu bisa ''menular'': ke program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Saya sih belum mendengar ada yang mengatakan ''belum ada koperasi Merah Putih saja pertumbuhan sudah naik, apalagi setelahnya nanti''.

Satu triwulan memang masih terlalu dini untuk memberikan penilaian satu tahun 2026. Tapi kita sudah bisa melihat terbelahnya opini di masyarakat. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 7 Mei 2026: Panda Dimsum

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

DEMAM PASAR ATAU BONGKARAN LAMA? Pasar saham disebut “demam pasca operasi”. Analogi yang menarik. Artinya pasien sudah dibedah. Ada yang dibuang. Ada yang diperbaiki. Tinggal tunggu pulih. Masalahnya, publik belum tahu: operasinya kecil atau transplantasi besar? OJK menyalakan lampu terang. Ruang remang tiba-tiba jadi panggung. Nama-nama yang dulu samar mulai terlihat. Yang biasa nyaman di gelap, tentu silau. Lalu panik. Lalu jualan saham. Harga pun turun. Ini bukan sekadar demam. Ini efek kaget. Selama ini pasar kita memang punya sudut-sudut teduh. Ada pemilik tak terlihat. Ada kuasa tanpa nama. Sekarang diminta terbuka. Transparansi naik kelas. Tapi adaptasi tidak pernah gratis. Selalu ada harga. Kali ini: IHSG yang goyah. Pertanyaannya sederhana. Setelah terang benderang, apakah pemain lama siap main jujur? Atau hanya pindah cara, bukan pindah niat? Kalau benar ini fase penyembuhan, sakitnya wajar. Tapi kalau ternyata cuma ganti perban tanpa bersihkan luka, demamnya bisa kambuh. Dan pasar, seperti publik, tidak suka dibohongi dua kali.

djokoLodang

Baca CHDI plus semua komentar terpilih makan waktu 16 menit.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

JAGO UTANG ATAU JAGO BERTAHAN? Negara kini kreatif. Dari Dim Sum ke Panda. Dari dolar ke yuan. Variasinya makin banyak. Seperti menu restoran. Tinggal pilih, mau utang rasa apa hari ini. Katanya ini strategi. Diversifikasi sumber dana. Tidak tergantung satu mata uang. Benar. Secara teori rapi. Secara praktik, tetap saja utang adalah utang. Mau pakai sumpit atau garpu, makannya tetap nasi yang sama: kewajiban bayar. Yang menarik bukan instrumennya. Tapi kebiasaannya. Kita makin luwes mencari pinjaman. Cepat menemukan celah. Bahkan sebelum masalah selesai, sudah siap jalur baru. Ini bakat atau refleks? Jago utang sering disamakan dengan pintar mengelola. Padahal beda tipis. Yang satu soal akses. Yang lain soal disiplin. Akses bisa dibuka dengan reputasi. Disiplin diuji oleh waktu. Panda Bond bisa laku. Investor senang bunga. Negara senang dana segar. Semua tampak win-win. Sampai jatuh tempo datang seperti tamu tak diundang. Di situlah ukuran sebenarnya. Kita ini jago utang, atau jago membayar utang. Karena yang kedua, biasanya tidak seramai yang pertama.

Jo Neka

Kurang tidur?Banyak obat dan vitamin..Kurang Uang?Belum ada obatnya.Selain utang.Semoga semua perusuh di jauhkan dari utang.Apalagi terbelit utang.

riansyah harun

Awal Pak Purbaya selaku Menteri Keuangan mulai bekerja..., banyak jempol yang mengarah pada beliau. Termasuk kebijakan menggelontorkan sekian banyak simpanan yang mengendap, untuk di salurkan kepada bank bank plat merah. Harapan membuncah, jikapun bisa amat setinggi gunung yang akan di daki. Namun siapa bisa menduga, Om Trump mulai mem porak porandakan dunia lewat Iran. Indonesia terkena imbasnya. Harga BBM non subsidi naik ber ulang kali hanya dalam hitungan hari. Pembantu Presiden lainnya, masih selalu optimis dan tetap menunjukan raut wajah yang stabil dan cenderung masih terlihat ceria. Namun ada yang lain dari itu.., si penjaga gawang uang negara, terlihat semakin kurang tidur. Berat badannya terlihat anjlok drastis hanya sekian pekan. Wajahnya suram dan terlihat urat senyumnya mulai kaku. Jempol yang menjadi ciri khas beliau, sudah tidak terlihat lagi. Akhirnya untuk menurunkan berat badan, tidak perlu seceria yang punya CHD. Setiap pagi harus senam, harus berkeringat, harus makan sekian sendok, dan harus minum obat sepanjang hayat karena pernah terjadi sesuatu dalam hidupnya. Cukup dengan tidak tidur dan memikirkan ekonomi negara saja, badan bisa kurus dengan sendirinya. Jangan bilang pada kami, kalau beliau kurus karena sakit. Tapi siapa tau kurusnya beliau hanya sesaat, apalagi sudah ada Bon Panda yang sebentar lagi akan menahan laju ekonomi untuk tidak terlampau jatuh jauuuuuhhh melorot kebawah lagi.

IZHAR FRANDY KUSUMA

Apa persamaan Orangutan dan orang utang? Sama-sama terancam. Orangutan terancam punah. Kalo orang utang terancam nunggak. Hehehe... Sakjane sejak kapan yo Indonesia seneng utang ngene iki Lur? Gak rakyat.e gak pemerintah.e, podo seneng utang. Hehehe... Tewur alias ruwet. #SalamMojopahit

Vikagora Prayogi

Zaman sekarang orang berhutang itu gampang banget, baru kepengen aja sudah banyak iklan nawarin hutang (baca:pinjol) Kalau sudah berhutang sekali dan lancar bakalan ketagihan untuk terus berhutang, mulanya sedikit lunas, hutang lagi tambah banyak akhirnya kelilit utang. Apakah homo sapiens ini tidak akan bisa hidup sejahtera tanpa berhutang? Seharusnya kalau untuk memenuhi KEBUTUHAN HIDUP dengan pendapatan yang ada sudah bisa hidup normal namun kalau urusannya sudah GAYA HIDUP tidak akan pernah ada habisnya. Itu untuk utang skala keluarga, bagaimana lagi dengan keluarga dalam arti negara?? Ambisi untuk memenuhi janji janji yang terlalu itu akhirnya memaksa untuk hutang dan hutang. Kalau kita yang pernah membaca tulisan tulisan abah dari tempoe doeloe saya kira abah adalah orang yang menempatkan utang itu di solusi paling akhir sekali.

Wilwa

@Dacoll. Menurut saya pribadi, ada kesamaan antara tuhan dan uang. Dua-duanya ciptaan homo sapiens. Untuk kenyamanan. Yang satu memberi rasa nyaman bahwa setelah mati dijamin masuk surga asal beriman kepada tuhan yang “benar”. Dan yang lain memberi rasa nyaman asal pintar memilih yang sedang “berkuasa”. Masalahnya ada puluhan bahkan ribuan tuhan dan ada puluhan ratusan mata uang. Kemungkinan kita salah pilih tuhan lebih besar daripada kita salah pilih uang yang akan kita pegang. Orang bertuhan bilang risk nya besar bila tak percaya adanya tuhan karena kalau tuhan tak ada maka yang percaya tuhan ada ya ga pa pa, sedangkan kalau tuhan ternyata ada maka yang percaya tak ada tuhan masuk neraka abadi. Tapi Ryu Hasan guyon yang ga percaya adanya tuhan kemungkinan salah hanya 50% sedangkan yang percaya adanya tuhan maka kemungkinan masuk neraka bisa 75% bila ada 4 jenis tuhan (misal tuhan ala Hindu, Yahudi, Kristen Islam) dan kita salah pilih tuhan. Kemungkinan masuk neraka bagi yang bertuhan lebih besar lagi yaitu 90% bila kita asumsikan ada 10 jenis tuhan (yang sebelumnya saya sebut ditambah tuhan versi orang Tiongkok, orang Jawa, orang Batak, orang Jepang, orang pribumi Amerika, orang pribumi Afrika misalnya). Jadi salah pilih tuhan itu lebih beresiko ketimbang salah pilih mata uang yang mau disimpan. Believe it or not. Begitu guyon ala Ryu Hasan yang dielaborasi. Uang adalah pemersatu homo sapiens dari berbagai suku dan agama. Itu fakta.

Warok Ponorogo

MELEMAHNYA RP TERBITLAH BOND PANDA. Dari sejarah awal diciptakannya uang, terjadi perubahan fungsi mendasar. Sebagai pemegang "nilai " dari suatu benda yg disepakati oleh kedua belah yang bertransaksi, menjadi komoditas layaknya barang yang bisa diperjual belikan. Transaksi lampau melalui barter dan seiring kebutuhan manusia, maka diciptakanlah uang sebagai pengganti transaksi barter karena kemudahannya. Karena terjadi pergeseran fungsi ini dari sekedar pengganti barter menjadi komoditas layaknya barang yang bisa diperjual belikan maka, hukum ekonomi dasar berlaku. Jika sisi demand tinggi sedangkan supply sedikit, maka komoditas itu menjadi naik harganya atau mahal. Komoditas "uang $" ini dalam suatu negara, dipengaruhi oleh kebijakan politik, ekonomi dan hukum. Enakan pegang uang $, karena mata uang global dan nilai tukarnya relatif stabil dan bersifat likuid. Anehnya di negeri ini, regulator dalam hal ini kemenko ekonomi membatasi pembelian uang $ untuk menahan laju nilai tukarnya terhadap RP. Mengapa nggak dicari masalahnya ? Panic situation. IHSG anjlok karena ketidak percayaan international terhadap pasar saham yang dijalankan oleh BEI, karena dominasi saham Barito pasific group, Sinarmas Group, Indofood Sukses Makmur group dan Djarum Group. Selama 4 gajah jumbo ini, dipaksa untuk taat terhadap aturan main saham, jangan harap IHSG kembali naik. Lha ujung ujungnya kok, nyari utangan ke warga negara xi jinping. Logika waras ?

Wilwa

@Izhar. Sejak kapan Indonesia senang ngutang? Lha emang sampeyan gak tahu, Hatta di tahun 1949 sepakat bayar ganti rugi ke Belanda asal Indonesia merdeka. Jadi sejak awal kita punya utang yang guedheee pake banget. Kata “bijak” Hatta adalah yang penting merdeka dulu, urusan utang dipikir belakangan. Dan akhirnya Paman Sam yang koordinir utang kita dan waktu Sukarno ngemplang utang (go to hell with your aid!) maka beliau pun terguling oleh Paman Sam. Begitu pula Suharto terguling, salah satunya setelah berani beli kapal perang bekas dari Soviet, yang bikin Uncle Sam marah. Ini orang sudah saya bantu berkuasa kok gak tahu diri, begitu Uncle Sam gondok dalam hati. Padahal utang Mbah Mesem dalam Dollar semua. Waktu itu belum ada SBN. Soros kerjain moneter dan habislah riwayat kekuasaan Mbah Mesem akibat krismon. Pokoknya dari awal negara kita ini berdiri, negara kita dikendalikan Barat via kutang eh utang.

mario handoko

selamat pagi abah. sedikit koreksi. batasan pembelian usd tanpa underlying. saat ini usd 50 rb per orang per bulan. bukan per hari. ke depan. BI berencana menurunkannya menjadi usd 25 rb per orang per bulan. jika ada underlying yg sah. misalnya invoice, kontrak atau perjanjian kredit. yang membuktikan adanya aktivitas ekonomi riil yang membutuhkan usd. bi masih mengijinkan pembelian usd lebih dari 50 rb per orang (per bulan).

Kujang Amburadul

Lalu mengapa tidak ada Menteri Kehutangan (Keutangan)?

Lagarenze 1301

Ini cerita lama. Tentang Sri Mulyani tatkala masih menjabat menteri keuangan. Tentang lelucon yang justru membuatnya tersinggung dan marah. Dalam suatu seminar di Jakarta, sekitar Maret 2008, Sri Mulyani menceritakan pasal dia marah. Ada lelucon yang terlontar di DPR. Ada yang mengatakan begini: "Singapura tidak punya hutan tapi memiliki menteri kehutanan. Sedangkan Indonesia tidak punya uang tapi memiliki menteri keuangan." "Saya marah dan saya katakan itu tidak lucu," kata Sri Mulyani. Flash-forward, Indonesia tak hanya memiliki banyak hutan, tapi juga banyak utang, yang takkan bisa ditutupi pakai kutang.

mario handoko

selamat pagi bp thamrin, bp agus, bp jo, bo mul, sobat yea, sobat wilwa, bp jokosp, bp em ha dan teman2 rusuhwan. utang ke tiongkok/ belanja di tiongkok/ yang dibeli barang made in tiongkok/ transaksi pakai mata uang tiongkok/ bayar pakai uang utangan tiongkok/ bayar utang dengan utang lagi ke tiongkok/ dst dst dst, whoosh

Liáng - βιολί ζήτα

CHDI : "Sebelum ini Indonesia pernah mencari pinjaman ke pasar Tiongkok dalam bentuk yuan. Waktu itu diberi nama bond Dim Sum. Nilainya kecil: enam miliar yuan. Sekitar Rp14 triliun. Bisakah diartikan dengan diberi nama Panda nilai utang yang diharapkan jauh lebih besar? Mestinya begitu. Dim sum hanyalah camilan untuk Panda." Abah DI..... emang kita gitu yang memberi nama Dim Sum Bonds maupun Panda Bonds ?? Bukankah "kedua makhluk tersebut" sudah lahir sejak lama, dan sudah punya nama sejak borojol ke dunia ini ?? Perbedaan utama dari kedua jenis obligasi tersebut, adalah "pada lokasi penerbitannya", Abah..... Bond Dim Sum : 点心债券 (Diǎnxīn zhàiquàn). ---> 发行人在中国离岸市场(如香港)发行的以人民币计价的债券。 Bond Panda : 熊猫债券 (Xióngmāo zhàiquàn). ---> 境外发行人在中国境内发行的以人民币计价的债券。

Liam Then

Saya jadi kepo, tanya internet di China bagaimana? Kuota beli USD per tahun! 50k USD. Itupun dua arah, bolak balik total beli dan jual. Dan waktu diluar negeri, kartu ATM bank dalam negeri hanya max 14.000 USD per tahun. Jadi perubahan rencana aturan kontrol pembelian USD tanpa underlying pemerintah RI dibanding yang sudah berlangsung di T. Masih cenderung super longgar.

Antonio Samaran

Sedikit koreksi: Sampai hari ini, pembelian USD tanpa dokumen underlying msh dibatasi $ 50.000 per BULAN bukan per hari. Adapun threshold $ 25.000 perbulan kabarnya msh dipersiapkan BI dan belum resmi ditrapkan. Yg dimaksud dokumen underlying adalah invoice import, pembayaran pendidikan di LN, biaya RS, kontrak bisnis, biaya perjalanan dan yg lainnya. Dengan adanya kebutuhan tranksaksi yg didukung dokumen yg jelas maka pembelian yg melampai limit msh dimungkinkan. Pada dasarnya limit $ 50.000 berlaku per pelaku bukan per bank. Tetapi dalam prakteknya msh dimungkin utk membeli $ 50.000 di bank A dan $ 50.000 di bank B.

Liam Then

Saya jadi kepo, kapasitas Nabi Yusuf dulu apa? Ternyata dia menteri Keuangan. Bendarahara Mesir tempo dulu. Ini kutipan yang saya comot dari AI : Yusuf itu secara sadar menawarkan dirinya ke Raja untuk jadi pejabat. Dia bilang: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan." Dia birokrat yang kerjanya membangun gudang-gudang raksasa di seluruh kota. Dia memaksa rakyat (lewat regulasi negara) untuk menyisihkan hasil panen. Ini adalah kebijakan fiskal dan cadangan devisa dalam bentuk pangan. Jadi Nabi Yusuf kayaknya sudah kaya/powerful dulu (secara institusi negara). Kalo zaman sekarang ndak ounya duit bagaimana nolong orang? Terakhir saya cek, ndak ada ramai orang keliling nwarin sedot wc gratis, atau gali sumur gratis. Kwkwkwkkw. Bahkan di lampu merah sering banyak orang narik sumbangan dengan tujuan untuk menolong orang. Aduh...pening ..

Wilwa

Ryu Hasan: Pada umumnya, orang tak merasa nyaman bila keyakinannya dibenturkan pada fakta yang membantah keyakinannya. Sakitnya tuh di sini (sambil menunjuk dada). Sebuah penelitian di Jepang yang membenturkan keyakinan dengan fakta menunjukkan bahwa bukannya keyakinan yang direvisi tapi faktanya yang diabaikan. Daripada saya sakit hati terus akhirnya keyakinan saya yang saya revisi! Hmmmm. Jarang ada orang yang berani bersikap seperti Ryu Hasan ini. Berani membuang keyakinan yang sudah tak sesuai lagi dengan fakta (science) misal seperti keyakinan mengenai narasi Adam, Nuh, Abraham, Musa. Tapi tetap memegang keyakinan yang masih sesuai fakta ilmiah walaupun mungkin tinggal sedikit sekali yang tersisa!

yea aina

Dikira punya tetangga kaya akan lebih baik, daripada punya tetangga miskin. Mungkin itu yang sering terlintas di pikiran negara atau orang BU (Butuh Utang) saja. Punya harapan bisa utang kepada si tetangga kayanya itu. Otomatis bisa cair. Padahal bagi si kaya, punya tetangga miskin atau kaya itu sama saja. Boleh utang, tapi kalau janji bayar jangan pura-pura pikun atau hilang ingatan. Ingkar bayar, lalu mengjilang.

yea aina

APBN tahun 2026 sedang mengalami : Puncak jatuh tempo utang. "Terpaksa" cari utang untuk bayar utang. Tutup utang dengan menggali utang baru. Karena beban jatuh tempo utang 2026: Rp. 833,96 T. Kebutuhan utang baru tahun ini, diperkirakan mencapai Rp. 832.2 T. Jumlah yang sama saja. 11 12.

pak tani

Dengan ini resmi sudah, kita namakan Kabinet kita : Kabinet Indonesia Bergizi

pak tani

Pertumbuhan ekonomi besar, tapi rakyat menjerit ? Apakah ada manipulasi data? Kita coba ulas.. Menghitung pertumbuhan ekonomi itu membandingkan PDB tahun ini dan PDB tahun lalu. PDB sendiri mempunyai 5 komponen C+I+G+(X-M) Anda lebih tahu itu singkatan apa. PDB kali ini menjadi besar ternyata dikarenakan belanja negara (G) dan PMTB (I) yang meningkat pesat Lho, bukannya pemerintah menyerukan untuk berhemat? Mengapa belanja dan investasi malah membesar? Ya.. anda sudah tahu lagi. Tentu MBG :) Program MBG dan aneka pernak pernik nya. Nyata berkontribusi signifikan pada PDB kita. Selamat untuk anda yang sudah bergabung menjadi bagian dari program MBG. Layak disebut sebagai pahlawan PDB. Untuk yang belum bergabung jangan berkecil hati, karena banyak temannya :)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 74

  • zuliati zaeni
    zuliati zaeni
  • zuliati zaeni
    zuliati zaeni
  • Vikagora Prayogi
    Vikagora Prayogi
  • Vikagora Prayogi
    Vikagora Prayogi
  • DeniK
    DeniK
  • DeniK
    DeniK
  • David Kurniawan
    David Kurniawan
  • Tiga Pelita Berlian
    Tiga Pelita Berlian
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • mario handoko
    mario handoko
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Tiga Pelita Berlian
    Tiga Pelita Berlian
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Upielz One
    Upielz One
  • alasroban
    alasroban
  • riansyah harun
    riansyah harun
    • alasroban
      alasroban
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Hasyim Muhammad Abdul Haq
      Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Hasyim Muhammad Abdul Haq
      Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
    • Achmad Faisol
      Achmad Faisol
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
    • Er Gham 2
      Er Gham 2
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Tiga Pelita Berlian
      Tiga Pelita Berlian
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • wirasathya ngurah ray
    wirasathya ngurah ray
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
    • Er Gham 2
      Er Gham 2
  • Eko Darwiyanto
    Eko Darwiyanto
  • wirasathya ngurah ray
    wirasathya ngurah ray
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Gregorius Indiarto
    Gregorius Indiarto
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Sugi
    Sugi
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Eko Hariyanto
    Eko Hariyanto
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Maman Lagi
      Maman Lagi