Prabowo Perintahkan KSP Cek SPPG Nonaktif yang Tetap Terima Insentif
Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan kepada dirinya untuk mengecek langsung adanya SPPG yang dinonaktifkan namun tetap mendapat insentif Rp 6 juta per hari-disway.id/Anisha Aprilia -
JAKARTA, DISWAY.ID -- Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan kepada dirinya untuk mengecek langsung adanya SPPG yang dinonaktifkan namun tetap mendapat insentif Rp 6 juta per hari.
“Ya, sudah tadi sudah saya kasih tahu. Ya Presiden mengarahkan kepada saya, ‘Pak Dudung coba dicek’,” kata Dudung, di Istana, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.
Dudung menuturkan, MBG merupakan program prioritas nasional.
BACA JUGA:BGN Copot Korwil SPPG Buntut Skandal Upeti dengan Oknum Anggota DPRD
Selain MBG, Dudung juga akan memonitor program Koperasi Desa Merah Putih agar berjalan sesuai keinginan Prabowo.
"Karena kan program prioritas nasional ini salah satunya adalah untuk memastikan prioritas unggulan dari Bapak Presiden, ya salah satunya MBG, kemudian Koperasi Merah Putih, dan itu nanti akan kita cek," tutur Dudung.
Dudung menyampaikan dirinya akan aktif berkolaborasi dengan stakeholder terkait untuk memastikan kelancaran program-program priorotas nasional.
Dia berjanji akan membuka kepada publik apabila menemukan penyelewengan terhadap program pemerintah.
"Minta doanyalah. Nanti dan kalau saya temukan, saya akan langsung buka di wartawan. Sampaikan aja siapa pelakunya, siapa yang tidak benar, ya. Karena ini uang rakyat, rakyat harus tahu," tutur Dudung.
BACA JUGA:Tegas! Dadan Sebut Tak Ada Toleransi Bagi SPPG yang Lalai, Suspend hingga Setop Terima Insentif
Lebih lanjut, mantan staff angkatan darat ini mengakui banyak titik celah untuk korupsi dari makan bergizi gratis (MBG).
Satunya jual-beli titik satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG.
"Banyak celahnya, banyak celahnya. Ya salah satunya saya dapat informasi tentang ada jual-beli titik. Ya itu ada itu, salah satunya ya. Nanti akan saya lihat itu jual-beli titik," jelas Dudung.
Untuk itu, ia memastikan akan mengecek langsung ke lapangan untuk memeriksa potensi ketimpangan yang ada, termasuk yang berkaitan dengan makanan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: