Amien Rais Tuding Hubungan Prabowo dan Teddy, Idrus Marham Singgung Soal Tabayyun hingga Fitnah
Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua Koalisi Merah Putih (KMP) 2014, Idrus Marham, menyoroti pernyataan Amien Rais dalam sebuah video yang beredar di YouTube dan menuai polemik publik.--Anisha Aprilia
JAKARTA, DISWAY.ID - Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua Koalisi Merah Putih (KMP) 2014, Idrus Marham, menyoroti pernyataan Amien Rais dalam sebuah video yang beredar di YouTube dan menuai polemik publik.
Idrus menilai, pernyataan tersebut mencerminkan minimnya penerapan prinsip tabayyun atau verifikasi dalam menyampaikan informasi di ruang publik.
Idrus mengaku terkejut dengan konten video tersebut, mengingat hubungan yang selama ini terjalin erat antara Amien Rais dan Presiden Prabowo Subianto sejak masa Koalisi Merah Putih pada 2014.
“Saya seperti disambar petir di siang bolong. Dulu komunikasi beliau dengan Pak Prabowo sangat intens dan solid. Bahkan lebih dari sekadar mitra koalisi, keduanya saling menopang secara pemikiran. Karena itu, saya bertanya, ke mana perginya semangat silaturahmi itu? Mengapa tidak bertabayyun sebelum menyampaikan tudingan serius ke publik?” ujar Idrus dalam keterangannya, Minggu, 3 Mei 2026.
BACA JUGA:Kedekatan Prabowo dan Teddy Dipertanyakan, Hubungan yang Dinilai Tak Hanya Sekadar Loyalitas
Menurut Idrus, kedekatan Amien Rais dan Prabowo bukanlah hubungan politik biasa.
Dalam dinamika Koalisi Merah Putih 2014, keduanya dikenal memiliki komunikasi yang cair, intens, dan penuh kepercayaan.
Oleh karena itu, perubahan sikap yang ditunjukkan melalui pernyataan terbuka dinilai menjadi pertanyaan besar.
“Hubungan itu dibangun dengan modal kepercayaan dan silaturahmi yang panjang. Maka sangat disayangkan jika kemudian ruang publik justru digunakan untuk melontarkan tuduhan tanpa proses klarifikasi,” kata dia.
BACA JUGA:Analisis Tajam Pakar Intelijen Negara, Prabowo Siapkan Gibran dan Teddy di Pemilu 2029!
Idrus menegaskan, demokrasi memang menjamin kebebasan berpendapat.
Namun, kebebasan tersebut tidak boleh dimaknai tanpa batas, apalagi jika berpotensi menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Ia menekankan bahwa dalam perspektif agama, khususnya Islam, tabayyun merupakan prinsip fundamental yang wajib dipegang dalam komunikasi publik.
Prinsip ini mencakup verifikasi sumber (tatsabbut), pemeriksaan isi informasi, konfirmasi kepada pihak terkait, hingga menahan diri untuk tidak menyebarluaskan informasi sebelum kebenarannya jelas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: