NTT Diapresiasi Komisi X, Program Pendidikan Kemendikdasmen Dinilai Tepat Sasaran
Kinerja Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam menjalankan program prioritas di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat sorotan positif.-doddy suryawan-
KUPANG, DISWAY.ID - Kinerja Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam menjalankan program prioritas di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat sorotan positif.
Pemerintah Provinsi NTT dan Komisi X DPR RI menilai sejumlah kebijakan yang dijalankan terbukti tepat sasaran dan mampu menekan kesenjangan pendidikan di daerah.
Apresiasi tersebut mencuat dalam Rapat Koordinasi (Rakor) implementasi program pendidikan yang digelar Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) NTT.
Forum ini menjadi ajang penting untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah agar lebih efektif menjawab tantangan pendidikan di wilayah kepulauan.
BACA JUGA:Susunan Upacara Hardiknas 2026 Resmi Kemendikdasmen Lengkap Jadwal dan Teks Ikrar Pelajar
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa arah pembangunan pendidikan di daerahnya kini tidak lagi semata berorientasi akademik.
Pemerintah daerah, kata dia, fokus membentuk generasi yang adaptif, kreatif, dan berkarakter kuat.
Salah satu kebijakan yang kini dijalankan adalah Gerakan Jam Belajar Masyarakat, yang mengatur waktu belajar anak di rumah pada malam hari.
Program ini dinilai mampu menghidupkan kembali budaya belajar sekaligus memperkuat peran keluarga dalam pendidikan.
“Ini bukan sekadar program, tapi gerakan membangun kebiasaan belajar yang konsisten di masyarakat,” ujar Emmanuel Melkiades, di Kupang, Senin, 4 Mei 2026.
BACA JUGA:Cetak Guru Inklusif 2026, Kemendikdasmen Genjot Pemenuhan ABK
Ia juga menyoroti keberhasilan program nasional seperti revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, Pendidikan Profesi Guru (PPG), hingga distribusi guru yang lebih merata.
Di sisi lain, Anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah, mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut harus dijaga dengan kebijakan yang lebih presisi.
Ia menekankan pentingnya penataan guru berbasis data riil agar distribusi dan rekrutmen benar-benar sesuai kebutuhan lapangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: