Tim tersebut dikenal memiliki motor Honda dengan performa tinggi, struktur organisasi yang sangat profesional, pengalaman panjang di kompetisi dunia.
BACA JUGA:Perang Iran Memanas, MotoGP Qatar Belum Putuskan Batal, Ezpeleta: Kami Punya Plan B!
BACA JUGA:Qatar Kena Rudal Iran, Argentina Jadi Opsi Jika MotoGP Qatar Batal?
Namun fakta di lintasan menunjukkan bahwa Veda Ega Pratama mampu bersaing bahkan mengalahkan beberapa pembalap dari tim tersebut.
Hal ini membuat banyak penggemar balap mulai menaruh harapan besar pada pembalap muda asal Indonesia tersebut.
Kesuksesan Veda tidak terjadi secara instan.
Ia merupakan bagian dari program pembinaan Astra Honda Racing Team yang memang memiliki jalur pengembangan pembalap menuju kejuaraan dunia.
Program ini biasanya membawa pembalap muda Indonesia melewati berbagai kompetisi internasional seperti Asia Talent Cup, Red Bull MotoGP Rookies Cup.
BACA JUGA:Tembus 5 Besar di Moto3 Thailand, Veda Ega Ungkap Strategi Hadapi di GP Brasil Pekan Depan
BACA JUGA:Pelek Marc Marquez Pecah di Buriram, Michelin Gak Mau Disalahkan, Malah Bawa-bawa Jorge Martin!
Kedua ajang tersebut sering disebut sebagai “jembatan menuju MotoGP” karena banyak pembalap dunia memulai kariernya dari sana sebelum naik ke kelas yang lebih tinggi.
Melalui program ini pula Indonesia berhasil memiliki pembalap yang menembus kejuaraan dunia seperti Mario Aji dan kini Veda Ega Pratama.
Selain Veda Ega Pratama, pembalap Indonesia lainnya, Mario Suryo Aji, akan bersaing di Moto2 Brasil 2026.
Targetnya adalah konsisten meraih poin dengan finis di 10 besar atau lebih tinggi, memperkuat posisi Indonesia di ajang balap internasional.
Berikut Jadwal Lengkap MotoGP Brasil 2026
BACA JUGA:Hasil MotoGP Thailand 2026: Bezzecchi Menang 'Sekebon', Marc Marquez Apes karena Pecah Ban