Tirzepatide merupakan dual receptor antagonist yang menggabungkan GIP (glucose-dependent insulinotropic polypeptide) dan GLP-1 (glucagon-like peptide-1).
APL juga akan memastikan terapi tersebut dapat diakses oleh pasien di seluruh Indonesia.
BACA JUGA:7 Ide Menu Buka Puasa Ramah Diabetes, Dijamin Sehat dan Ringan di Perut!
Tujuan peningkatan pelayanan kesehatan melalui kehadiran terapi pengobatan baru tidak akan dapat terwujud tanpa peran penting Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Visi BPOM untuk periode 2025-2029 berfokus pada pengawasan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan berdaya saing guna mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera serta mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.
BPOM berperan penting dalam memastikan Tirzepatide dapat segera menjangkau pasien melalui percepatan jalur registrasi.
BACA JUGA:Penelitian Ungkap Dampak Kafein dalam Darah Pengaruhi Lemak Tubuh dan Risiko Diabetes
Dengan waktu evaluasi hanya 98 hari, BPOM menyetujui izin edar molekul baru ini dengan tetap menjaga standar keamanan dan integritas tertinggi.
APL mengapresiasi kinerja BPOM yang merupakan faktor krusial dalam memberikan keyakinan terhadap pilihan terapi pengobatan baru yang dibutuhkan oleh tenaga kesehatan dan pasien di Indonesia.
Akses terhadap pengobatan Diabetes Melitus Tipe 2 berkualitas tinggi menjadi langkah maju dalam menghadapi penyakit ini sekaligus membawa harapan bagi lebih banyak pasien di Indonesia untuk mendapatkan terapi terbaru.