Industri ritel berupaya menjaga ketersediaan stok, terutama produk lokal yang relatif terjaga, meskipun beberapa produk impor mengalami keterlambatan pasokan menjelang Lebaran.
Karena itu, HIPPINDO mendorong koordinasi yang lebih kuat antar kementerian dan lembaga, termasuk dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, agar ketersediaan barang dapat terjaga dan momentum penjualan ritel pada periode besar seperti Ramadan, Imlek, Cap Go Meh, dan Lebaran dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Sementara itu, Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, menyebut bahwa pusat perbelanjaan telah melakukan persiapan sejak awal tahun untuk menyambut periode Ramadan dan Lebaran.
BACA JUGA:Ditemukan Jelang Tengah Malam, Korban Longsor Sampah Bantar Gebang Jadi 7 Orang
Ia mencatat tren kunjungan ke pusat perbelanjaan mulai menunjukkan peningkatan.
“Hingga saat ini kami melihat tren kunjungan yang cukup positif dengan kenaikan sekitar 10 sampai 15 persen dan kami optimistis tren ini akan terus bertahan hingga setelah Idulfitri,” kata Alphonzus.
Ia memperkirakan puncak penjualan akan terjadi pada akhir pekan hingga minggu sebelum masyarakat melakukan perjalanan mudik.
Setelah Idulfitri, lonjakan kunjungan juga diperkirakan kembali terjadi pada hari kedua Lebaran yang biasanya didominasi aktivitas rekreasi keluarga di pusat perbelanjaan.
Direktur The Foodhall, Lenny Tjandra, mengatakan, sektor ritel berkomitmen menjaga ketersediaan produk dan stabilitas harga selama Ramadan hingga Lebaran.
“Melalui berbagai program diskon, dukungan terhadap partisipasi brand nasional maupun pelaku UMKM, serta memastikan ketersediaan stok barang tetap terjaga, kami ingin menghadirkan pengalaman berbelanja yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Head of Government Affairs Lazada Indonesia, Yovan Sudarma, menyampaikan bahwa kolaborasi dalam BINA Lebaran 2026 merupakan bagian dari komitmen Lazada untuk mendukung agenda penguatan ekonomi domestik melalui transformasi digital.
“Kolaborasi Lazada dengan HIPPINDO dalam program BINA Lebaran 2026 menjadi wujud komitmen kami dalam mendukung agenda penguatan ekonomi nasional melalui kolaborasi lintas ekosistem. Bersama HIPPINDO dan para pemangku kepentingan lainnya, kami mendorong integrasi yang lebih erat antara industri ritel offline dan kanal digital agar momentum Ramadan dan Idulfitri dapat lebih optimal," jelas Yovan.
Melalui kapabilitas teknologi dan pendekatan berbasis data, Lazada terus mendukung brand dan UMKM lokal Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan.
“Kami percaya bahwa sinergi antara pemerintah asosiasi, dan pelaku industri seperti yang terwujud dalam program BINA bisa meningkatkan daya saing pelaku usaha Indonesia secara berkelanjutan,” tambah Yovan.
Dengan kolaborasi erat antara pemerintah, asosiasi ritel, dan mitra strategis seperti Lazada Indonesia, BINA Lebaran 2026 diharapkan juga mampu menjadi penggerak utama konsumsi domestik selama Ramadan dan Idulfitri.
Sinergi antara ekosistem ritel dan digital ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat perputaran ekonomi nasional secara inklusif dan berkelanjutan.