Subsidi Berat, Tarif Transjabodetabek Blok M–Bandara Soetta Bakal Naik hingga Rp15 Ribu

Kamis 12-03-2026,13:24 WIB
Reporter : Cahyono
Editor : Subroto Dwi Nugroho

Target tersebut mengacu pada pengalaman rute sebelumnya, seperti Blok M–Bogor, yang awalnya ditargetkan melayani 2.000 penumpang per hari.

Namun, pada hari libur jumlah penumpangnya kini bisa mencapai lebih dari 8.500 orang dengan rata-rata harian di atas 7.000 penumpang.

BACA JUGA:Proyek Galian di Jakarta Tak Ada Habisnya, PAM Jaya Beberkan Alasannya

BACA JUGA:Sadis! Komplotan Rampok Serang SPBU Babelan, 5 Pegawai Dipukuli dan Disekap

Sebagai informasi, estimasi waktu perjalanan dari Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta akan memakan waktu sekitar 121 menit dengan panjang lintasan mencapai 65,1 kilometer. 

Sebanyak 14 unit bus akan dioperasikan pada rute ini, dengan 13 titik pemberhentian di wilayah Jakarta dan 10 titik pemberhentian di luar Jakarta.

Bus beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 22.00 dengan waktu tunggu (headway) sekitar 10–20 menit.

Untuk titik pemberhentian di Bandara Soetta, Transjabodetabek hanya melayani penumpang hingga Stasiun Kalayang (Skytrain).

Untuk menuju ke terminal keberangkatan (1, 2, dan 3) Bandara Soetta, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menggunakan skytrain secara gratis.

BACA JUGA:Libur Nyepi dan Lebaran 2026 Aturan Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Seminggu, Catat Tanggalnya

BACA JUGA:Tak Sekadar Ukur Kepuasan, Bupati Bogor Jadikan Survei Publik Dasar Perencanaan Pembangunan

Sementara untuk titik pemberhentian di Blok M, penumpang akan diturunkan di Terminal Blok M, jalur 6.

Rute baru ini sambung Pramono merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menghadirkan transportasi publik yang terintegrasi bagi masyarakat.

Kehadiran rute ini memberikan alternatif baru bagi masyarakat yang ingin menuju bandara dari Blok M sebagai area Transit Oriented Development (TOD) tanpa harus berganti moda transportasi.

“Selama ini sekitar 70 hingga 80 persen masyarakat masih menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju bandara. Padahal, pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta mencapai lebih dari 54,9 juta orang per tahun,” pungkas Pramono.

Kategori :