Meski demikian, Said mengakui adanya tekanan dari pelemahan nilai tukar rupiah yang dapat berdampak pada defisit anggaran.
BACA JUGA:Dompet Dhuafa Ajak 50 Jurnalis Jelajahi Program Pemberdayaan di Zona Madina Bogor
BACA JUGA:Whoosh Kembali Normal 14 Maret, Ini Jadwal Lengkap 62 Perjalanan per Hari Jakarta–Bandung
Ia menjelaskan bahwa setiap pelemahan Rp100 terhadap dolar AS dapat menambah defisit APBN sekitar Rp800 miliar.
"Memang ada ikutan pelemahan atau depresiasi rupiah yang setiap 100 perak itu langsung efeknya 800 miliar terhadap defisit kita. Kemudian ketika peringkat utang kita outlooknya, dari sebagaimana kita ketahui, dari stabil ke negatif, walaupun peringkatnya tetap tidak berubah, kita nunggu bulan Mei," imbuhnya.