Trafik Mudik Naik 9 Persen, Ini Antisipasi ASDP di Jalur Penyeberangan

Jumat 13-03-2026,10:17 WIB
Reporter : Thoriq S. Karim
Editor : Tomy Gutomo

JAKARTA, DISWAY.ID – Musim mudik Lebaran tahun ini diprediksi lebih ramai daripada tahun sebelumnya. Hal ini tentu berimbas kepada jalur penyeberangan antarpulau. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiapkan langkah antisipasi untuk menyambut jutaan pemudik nanti.

Pada Lebaran 2026, pergerakan masyarakat melalui layanan penyeberangan diproyeksikan mencapai sekitar 5,8 juta penumpang atau meningkat 9,4 persen. Selain itu diperkirakan ada 1,4 juta kendaraan atau naik 9,3 persen pada 15 lintasan penyeberangan yang menjadi pantauan nasional.

Lintasan tersebut merupakan jalur dengan tingkat mobilitas tinggi selama periode mudik, meliputi Merak – Bakauheni, Ciwandan – Wika Beton, Bojonegara – Muara Pilu, Ketapang – Gilimanuk, Padangbai – Lembar, Jangkar – Lembar, Kayangan – Pototano, Kariangau – Penajam, Bajoe – Kolaka, Hunimua – Waipirit, Bira – Pamatata, Bolok – Rote, Bitung – Ternate, Ajibata – Ambarita, Telaga Punggur – Tanjung Uban, Tanjung Api-Api – Tanjung Kalian, serta Nias – Sibolga.

BACA JUGA:Satu Tahun Danantara Indonesia: ASDP Dukung Pendidikan Generasi Muda melalui 2.000 Paket Sekolah

BACA JUGA:Dermaga Bajoe Diperbaiki, ASDP Alihkan Jalur Penyeberangan Bajoe-Kolaka ke Siwa-Kolaka

Direktur Operasional dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Rio Lasse mengatakan peningkatan mobilitas masyarakat tersebut telah diantisipasi melalui kesiapan operasional yang matang agar layanan penyeberangan tetap berjalan optimal.

"Periode Angkutan Lebaran merupakan momentum penting bagi layanan penyeberangan karena meningkatnya mobilisasi masyarakat. Oleh karena itu, kami memastikan seluruh elemen operasional telah dipersiapkan dengan baik, mulai dari kesiapan armada hingga kualitas fasilitas dan layanan di pelabuhan," ujar Rio.


Direktur Operasi dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Rio Lasse (tengah) dan Direktur Keuangan Bunga H. Oktaviyanti (kanan). -Foto: Dokumentasi ASDP-

Secara nasional, ASDP melayani 320 lintasan penyeberangan, terdiri dari 91 lintasan komersial dan 229 lintasan perintis, dengan dukungan 222 kapal yang beroperasi melalui 37 pelabuhan yang dikelola oleh 27 cabang.

Lintasan Jawa – Sumatera – Bali menjadi jalur dengan mobilitas tertinggi selama periode Lebaran. Pada rute Jawa–Sumatera, jumlah penumpang diproyeksikan mencapai 1,56 juta orang (naik 10,3 persen) dengan 371.653 kendaraan (naik 9,9 persen). Sementara arus Sumatera–Jawa diperkirakan mencapai 1,51 juta penumpang (naik 11,2 persen) dengan 353.901 kendaraan (naik 10,5 persen).

BACA JUGA:ASDP Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim di Klepen Center for Humanity

BACA JUGA:Penyeberangan Mudik di Kepulauan Riau Diprediksi Naik 15 Persen, ASDP Pastikan Kesiapan

Adapun lintasan Jawa–Bali diprediksi melayani 805.851 penumpang (naik 10 persen) dengan 217.117 kendaraan (naik 9,3 persen), sementara arus Bali–Jawa diperkirakan mencapai 869.604 penumpang (naik 9,5 persen) dengan 248.161 kendaraan (naik 8,7 persen).


Direktur Operasi dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Rio Lasse (tengah) dan Direktur Keuangan Bunga H. Oktaviyanti (kanan) menjelaskan skema ASDP menghadapi musim mudik Lebaran 2026. -Foto: Dokumentasi ASDP-

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, ASDP memperkuat kesiapan operasional melalui penambahan dermaga express II di Merak – Bakauheni, layanan pelanggan 24 jam, penyediaan toilet portable, serta peningkatan penerangan di area pelabuhan guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jasa.

Kategori :