Kembali Anjlok, IHSG Awali Sesi II dengan Terkoreksi 1,98 Persen

Jumat 13-03-2026,17:21 WIB
Reporter : Bianca Khairunnisa
Editor : M. Ichsan

JAKARTA, DISWAY.ID-- Melanjutkan pelemahan pada pembukaan perdagangan pagi ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Sesi II kembali dibuka dengan terkoreksi 145,58 poin, atau melemah 1,98 persen ke level 7.216,54.

Pelemahan ini sendiri melanjutkan pelemahan IHSG pada penutupan Sesi I hari ini, yang diakhiri dengan melemah sekitar 1,81 persen, ke level 7.228. 

BACA JUGA:Pemerintah Klaim Energi Selama Ramadhan dan Lebaran 2026 Aman, Stok BBM Siaga di 7.885 SPBU

BACA JUGA:Libur Lebaran, BSI Operasikan 162 Cabang dan Siapkan Rp45 Triliun Uang Tunai

Tidak hanya itu, pembukaan perdagangan hari Jumat (13/03) ini sendiri juga turut diawali dengan penurunan sebesar 0,30 persen ke level 7.338,8.

Di sisi lain, indeks LQ45 sendiri juga turut melaju di zona merah, dengan penurunan masif sebanyak 14,83 poin, atau sebesar 1,97 persen ke level 757,67.

Menurut Analis serta Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada, konflik geopolitik yang berkepanjangan juga memiliki andil tersendiri dalam sentimen negatif yang menyelimuti pasar modal ini.

BACA JUGA:Ketua DPRD Minta Operasional RDF Rorotan Dioptimalkan Usai Sampah di Bantergebang Longsor

BACA JUGA:Ini Dia Ciri-ciri Pelaku Penyiraman Air Keras ke Wakil Koordinator KontraS, Pelaku 2 Orang!

"Sentimen negatif disebabkan oleh meningkatnya eskalasi konflik Geopolitik AS-Israel dan Iran yang berimbas penguatan harga minyak dunia," ucap Priyambada kepada Disway, pada Jumat (13/03).

Di sisi lain, indeks utama bursa AS, yakni Bursa saham Wall Street, juga turut ditutup mayoritas melemah. 

"Sentimen negatif disebabkan naiknya harga minyak yang imbas perang yang memicu kekhawatiran investor," jelas Priyambada.

Dengan perkembangan tersebut, PT Reliance Sekuritas Indonesia memproyeksikan bahwa pergerakan IHSG pada perdagangan Jumat (13/03) ini akan bergerak di kisaran support pada level 7,307 dan resistance pada level 7,404 dengan kecenderungan melemah.

"Secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk black spinning top, di bawah MA5 dan MA20 serta indikator Stochastic dead cross pada area deep oversold. Sehingga dengan demikian, kami perkirakan IHSG akan mengalami pelemahan," tutur Priyambada.

Kategori :