2 Kargo LPG dari Australia Tiba Pekan Ini untuk Stok Energi Jelang Idul Fitri

Sabtu 14-03-2026,16:15 WIB
Reporter : Nungki Kartika Sari
Editor : Subroto Dwi Nugroho

Menurut Bahlil, cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional saat ini berada dalam kondisi sangat memadai.

Ia merinci bahwa cadangan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) RON 90 mencapai 24,39 hari, melampaui batas minimal yang ditetapkan pemerintah.

BACA JUGA:Jangan Khawatir, Pemerintah Tegaskan Cadangan Bahan Bakar Nasional Aman Jelang Idul Fitri

BACA JUGA:Prabowo Subianto Tegas Soal Kekayaan Alam: Itu Milik Negara, Bukan Pengusaha!

Sementara itu, cadangan Jenis BBM Umum (JBU) RON 92 tercatat mencapai 28 hari dan RON 98 mencapai 31 hari.

Sementara, stok solar subsidi tercatat mencapai 16,41 hari, solar CN 53 mencapai 46 hari, dan Avtur mencapai 38 hari.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimis kebutuhan energi masyarakat selama periode mudik dan libur Lebaran dapat terpenuhi.

"Jadi saya pikir untuk urusan bensin, Insya Allah clear Bapak (Presiden). Cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG, Insya Allah aman Bapak," lapor Bahlil.

Kondisi ini diperkuat dengan beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang diresmikan pada Januari 2026.

BACA JUGA:Sama-Sama Aktivis, Begini Kata Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto saat Andrie Yunus KontraS Disiram Air Keras

BACA JUGA:KontraS: Ada Mens Rea di Balik Penyiraman Air Keras pada Andrie Yunus!

Proyek tersebut mampu meningkatkan kapasitas produksi BBM nasional sekaligus menekan impor bahan bakar, dengan potensi pengurangan impor bensin hingga 5,5 juta ton dan solar hingga 3,5 juta ton per tahun.

Meski demikian, sebagian kebutuhan bensin nasional masih dipenuhi melalui impor dari Malaysia dan Singapura.

Bahlil menegaskan, pemerintah akan terus mendorong pembangunan kilang-kilang baru guna memperkuat ketahanan energi nasional.

"Kita harus mengembangkan refinery kita, kilang-kilang kita, untuk semua kita produksi dalam negeri. Yang pada akhirnya kemudian nanti, kalau lifting kita nggak mencapai 1,6 juta, selisih antara kebutuhan crude dan kemampuan kita lifting, itulah yang kita impor. Jadi ke depan itu tinggal impor crude saja," jelasnya. 

Kategori :