Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad mengatakan bahwa persiapan telah dilakukan sesuai mekanisme baik dari substansi hingga dukungan teknis.
Ia menjelaskan bahwa penetapan 1 Syawal akan dilakukan berdasarkan metode hisab dan rukyat yang diverivikasi secara terbuka.