Evaluasi Mudik 2026, Total 147,55 Juta Orang Lakukan Perjalanan Lebaran 2026

Evaluasi Mudik 2026, Total 147,55 Juta Orang Lakukan Perjalanan Lebaran 2026

Penutupan Posko Angkutan Lebaran Terpadu , pada Senin (30 maret 2026) di kantor Kemenhub Jakarta.--Kemenhub

JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan, sebanyak 147,55 juta orang melakukan perjalanan selama periode 13–29 Maret 2026.

Hal ini dilaporkan pada Penutupan Posko Angkutan Lebaran Terpadu , pada Senin (30 maret 2026) di kantor Kemenhub Jakarta.

Hal ini menjadi penanda berakhirnya salah satu operasi transportasi terbesar di Indonesia.

Menhub Dudy menyebut capaian tersebut sebagai hasil kerja kolektif lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, hingga operator transportasi.

BACA JUGA:Balik ke Realita, Kamu Tetap Juara dan Bertenaga, Kratingdaeng Jaga Stamina Pemudik

“Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan arus balik dengan aman, selamat, dan lancar,” ujarnya.

Lonjakan juga terlihat pada penggunaan angkutan umum yang meningkat 10,87 persen, dari 21,23 juta penumpang pada 2025 menjadi 23,54 juta penumpang di tahun ini.

Moda penyeberangan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 15,36 persen, disusul angkutan jalan yang naik 11,64 persen.

BACA JUGA:Mudik Bareng Xpander Ultimate: Ground Clearance Tinggi, Pede Melintas di Jalan Rusak

Sementara itu, kereta api masih menjadi salah satu moda favorit dengan jumlah penumpang mencapai 7,31 juta orang. Angkutan udara juga menunjukkan pertumbuhan dengan total 4,77 juta penumpang, diikuti angkutan laut sebanyak 2,02 juta penumpang.

Menurut Menhub, peningkatan ini mencerminkan pulihnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi umum sekaligus keberhasilan pemerintah dalam menjaga kualitas layanan selama periode Lebaran.

Selain itu, pemanfaatan sebuah teknologi seperti Mobile Positioning Data (MPD) turut membantu pemerintah dalam memantau pergerakan masyarakat secara lebih akurat.

Data ini menjadi dasar pengambilan kebijakan untuk mengurai kepadatan dan meningkatkan efisiensi transportasi.

BACA JUGA:Berkah Mudik! Toko Oleh-Oleh di Lampung Diborong, Kerupuk Kemplang Laris

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait