JAKARTA, DISWAY.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sampaikan pembaruan informasi cuaca jelang Lebaran 2026.
Dalam laporan BMKG, cuaca selama periode awal mudik Lebaran secara umum kondisi atmosfer masih relatif kondusif di sebagian besar wilayah Indonesia.
Meski begitu, masyarakat tetap diimbau untuk mewaspadai potensi hujan yang disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah.
BACA JUGA:Catat! Diskon Tarif Tol 30 Persen dari Jasa Marga Berlaku di 9 Ruas Strategis Mudik Lebaran 2026
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengingatkan masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya dan tetap merujuk pada informasi resmi.
"Tetap pantau informasi cuaca darat, laut, dan udara yang terbarui untuk menyesuaikan rencana perjalanan mudik melalui berbagai kanal resmi BMKG," ujar Teuku Faisal dalam keterangannya.
Di lain sisi, Plt. Deputi Bidang Meteorologi, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) saat ini masih aktif di wilayah selatan dan timur Indonesia.
Kondisi tersebut juga diikuti oleh aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin di sekitar wilayah Indonesia pada periode 13–20 Maret 2026.
Hal ini turut memperkuat dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah.
BACA JUGA:Suasana Mudik Makin Terlihat, 120 Ribu Mobil Lintasi Ruas Tol Semarang ABC
Selain itu, situasi ini juga dipengaruhi oleh kelembapan udara yang relatif tinggi serta kondisi atmosfer yang cukup labil.
Andri juga menambahkan bahwa terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat padda periode 14-17 Maret di sebagian wilayah Sumatera dan Jawa bagian tengah dan timur.
Selanjutnya, pada periode 18–20 Maret 2026, peluang hujan juga dapat terjadi di sebagian wilayah Sulawesi Selatan dan Papua.
Sementara itu, BMKG juga memantau adanya pertumbuhan awan Cumulonimbus dengan cakupan cukup luas di sebagian jalur mudik sektor penerbangan, terutama di wilayah Laut Maluku dan utara Papua.
Peluang kemunculan awan ini diprediksi mencapai lebih dari 75 persen, artinya awan hujan berpotensi muncul cukup sering sehingga perlu menjadi perhatian bagi aktivitas penerbangan.