Mengenal Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara dan 3 Arti Semboyan Legendarisnya
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap 2 Mei tak lepas dari sosok Ki Hajar Dewantara-Berbagai Sumber-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap 2 Mei tak lepas dari sosok Ki Hajar Dewantara.
Tokoh yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional ini mewariskan filosofi pendidikan yang masih relevan hingga kini.
Dikutip dari laman unm.ac.id, tiga semboyan legendarisnya, Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani, menjadi dasar penting dalam sistem pendidikan Indonesia.
BACA JUGA:Kasus Kecelakaan Kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL Naik Penyidikan, KAI Mendukung Penuh
Ki Hajar Dewantara memiliki nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat.
Ia lahir pada 2 Mei 1889 di Yogyakarta dan wafat pada 26 April 1959.
Ia juga mendirikan Perguruan Taman Siswa pada 3 Juli 1922 sebagai bentuk perjuangan pendidikan berbasis nilai kebangsaan.
Atas jasanya, pemerintah menetapkan hari kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional melalui Keppres No. 305 Tahun 1959.
Makna Tiga Semboyan Pendidikan Ki Hajar Dewantara
BACA JUGA:Lowongan 20.094 Awak Untuk 1.582 Kapal Perikanan, KKP: Rekrutmen Hingga 4 Juni 2026
1. Ing Ngarso Sung Tulodo
Artinya: Di depan memberi teladan
Makna dari semboyan ini adalah seorang pemimpin, terutama guru, harus menjadi contoh bagi orang lain.
Dalam dunia pendidikan, guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi panutan dalam sikap dan perilaku.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: