Peneliti Pusat Risen Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin memprediksi Hari Raya Idul Fitri 1447 H antara muhammadiyah dan pemerintah berbeda.
"Pada saat Maghrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara posisi hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMS, maka 1 Syawal 1447 = 21 Maret 2026," kata Thomas dalam tulisan di blognya pada Juni 2025.
Begitu juga dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Dari catatan BMKG, posisi hilal pada 19 Maet 2026 saat rencana pengamatan dilakukan, diperkirakan belum sepenuhnya memenuhi kriteria MABIMS.
Berbeda dengan pemerintah dan NU, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H.
Melalui keputusan yang tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah NOMOR 2/MLM/I.0/E/2025, Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.