Gilimanuk Pulih Setelah Nyepi, Arus Padat Berhasil Dikendalikan Penuh

Kamis 19-03-2026,22:44 WIB
Reporter : Thoriq S. Karim
Editor : Mohamad Nur Khotib

JEMBRANA, DISWAY.ID – Pelabuhan penyeberangan Gilimanuk sudah normal kembali. Sebelumnya, menjelang penutupan sementara operasional jalur penyeberangan Gilimanuk-Ketapan dn sebaliknya, kepadatan terlihat di pelabuhan yang menghubungkan Jawa dan Bali itu. 

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menegaskan bahwa pengelolaan arus kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk kini telah kembali stabil dan terkendali. Ini menyusul keberhasilan penguraian antrean hingga nol kilometer sebelum penghentian operasional penyeberangan dalam rangka Hari Raya Nyepi.

Momentum penting terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, di mana antrean kendaraan berhasil ditekan hingga 0 km tepat sebelum penghentian sementara operasional penyeberangan. Per pukul 22.20 WITA, tidak lagi ditemukan antrean kendaraan di area tollgate pelabuhan.

BACA JUGA:ASDP Tuntaskan Antrean Gilimanuk, Seluruh Kendaraan Telah Masuk Buffer Zone

BACA JUGA:Trafik Mudik Naik 9 Persen, Ini Antisipasi ASDP di Jalur Penyeberangan

Sebagai bagian dari penghormatan terhadap Hari Raya Nyepi, operasional penyeberangan dihentikan sementara di sejumlah lintasan utama, yakni di Pelabuhan Ketapang mulai 18 Maret pukul 17.00 WIB hingga 20 Maret pukul 06.00 WIB, di Pelabuhan Gilimanuk pada 19 Maret pukul 05.00 WITA hingga 20 Maret pukul 06.00 WITA, di Pelabuhan Lembar pada 18 Maret pukul 21.00 WITA hingga 20 Maret pukul 01.30 WITA, serta di Pelabuhan Padangbai pada 19 Maret pukul 04.00 WITA hingga 20 Maret pukul 11.30 WITA.


Kendaraan yang antre dengan tertib di Pelabuhan Gilimanuk, Vali. -Foto: Dokumentasi ASDP-

Manajemen ASDP menyampaikan selamat Hari Raya Nyepi kepada seluruh umat Hindu yang merayakan. Penghentian operasional ini merupakan bentuk penghormatan atas momen sakral yang dijalankan dengan penuh khidmat. Berkat kolaborasi erat seluruh pihak, proses penghentian layanan di sejumlah pelabuhan dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan tetap mengedepankan keselamatan serta kenyamanan pengguna jasa.

BACA JUGA:Jelang Nyepi dan Lebaran, ASDP Kerahkan 35 Unit Kapal Nonstop Layani Arus Bali–Jawa

BACA JUGA:Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional, Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi Kenaikan Harga Energi

Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor yang bergerak cepat dan terkoordinasi.

“Terima kasih atas kesabaran masyarakat, serta sinergi seluruh pihak yang memungkinkan antrean dapat terurai hingga nol kilometer sebelum penutupan Nyepi. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang solid mampu menghadirkan solusi nyata dalam waktu cepat,” ujarnya.


Petugas Pelabuhan Gilimanuk terus melayani. -Foto: Doku-

ASDP juga menyadari bahwa kepadatan sebelumnya sempat menimbulkan ketidaknyamanan. Namun, respons cepat di lapangan menjadi kunci dalam memulihkan kondisi secara bertahap hingga kini kembali stabil.

Sejumlah langkah strategis dijalankan secara simultan, mulai dari optimalisasi operasional hingga pola sangat padat dengan pengoperasian sekitar 35 kapal, penerapan sistem Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) dengan durasi layanan yang dipercepat, penambahan kapal perbantuan, hingga rekayasa lalu lintas dan pemanfaatan buffer zone secara maksimal. Sinergi erat antara ASDP, Kementerian Perhubungan, Kepolisian, dan pemerintah daerah menjadi fondasi utama keberhasilan ini.

Kategori :