Ahli Gizi Ingatkan Pola Makan PascaLebaran, Rendang hingga Kue Kering dan Ancaman Kolesterol

Jumat 20-03-2026,09:54 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

JAKARTA, DISWAY.ID - Aneka santan saat Lebaran dari mulai rendang, opor, hingga kue kering menjadikan tubuh terancam pola makan tidak sehat. 

Jika porsinya berlebihan tentu puasa Ramadhan yang dijalani sebelumnya akan menjadi tidak efektif untuk detoksifikasi. 

Pola makan setelah menjalani puasa Ramadan cenderung berubah dibandingkan kebiasaan sehari-hari.

BACA JUGA:Nutrive Benecol Ajak Anak Muda Nikmati Kuliner Tanpa Lupa Jaga Kolesterol

Ahli Gizi dan Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof Hardinsyah, menekankan pentingnya menjadikan puasa sebagai titik awal membangun pola makan ideal yang berkelanjutan, baik dari sisi kesehatan maupun spiritual.

“Puasa harus dijadikan momentum untuk melakukan detoksifikasi tubuh. Masyarakat dapat menjadikan puasa sebagai patokan pola makan ideal secara spiritual dan gizi,” ujar Prof Hardinsyah, dosen Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Gizi.

BACA JUGA:Program Cek Kesehatan Gratis Capai 65 Juta Warga, Kolesterol dan Diabetes Jadi Penyakit Terbanyak

Adaptasi Intermittent Fasting

Ia menjelaskan, pengaturan pola makan pascapuasa dapat diterapkan dengan pendekatan yang mirip intermittent fasting, yakni membatasi asupan dari segi jumlah, jenis, dan waktu makan.

Pola ini diharapkan mampu membantu menurunkan lemak tubuh serta menekan risiko penyakit metabolik seperti diabetes.

Menurut Prof Hardinsyah, konsistensi menjadi tantangan utama dalam mempertahankan pola makan sehat setelah Ramadan.

Perubahan pola pikir dan tekad kuat sangat dibutuhkan, terutama ketika kembali pada rutinitas harian.

BACA JUGA:Solusi Kolesterol Tinggi, Daewoong Perkenalkan Terobosan Obat Kombinasi Ezetimibe dan Rosuvastatin

“Untuk mempertahankan pola makan ideal ini membutuhkan mindset dan tekad yang kuat. Setelah bulan puasa, ujiannya akan lebih serius untuk mengubah mindset. Biasakan diri dengan intermittent fasting dan mempraktikannya tanpa mengharapkan pahala,” jelasnya.

Transisi pola makan sehat dapat dimulai dengan membiasakan sarapan pagi untuk menekan risiko kolesterol. Selanjutnya, makan siang dapat dilewatkan atau dikurangi porsinya, disertai kebiasaan mencukupi kebutuhan air putih dan berolahraga pada sore hari.

Ia juga mengingatkan agar konsumsi makanan berlemak, manis, dan instan dikendalikan.

Kategori :