Rekayasa lalu lintas yang sebelumnya diterapkan juga telah dihentikan sejak pukul 14.22 WIB setelah volume kendaraan menurun.
“Traffic sudah normal, baik yang menuju Trans Jawa maupun yang masuk ke Jakarta,” katanya.
BACA JUGA:Sekjen PBNU Gus Ipul Beri Ucapan Khusus Lebaran ke Sekum Muhammadiyah Prof Mukti
BACA JUGA:Prabowo: Efisiensi Rp308 Triliun untuk Cegah Korupsi Anggaran Negara
Meski demikian, Korlantas Polri tetap menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada arus balik Lebaran.
Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026, dengan gelombang berikutnya pada 28 hingga 29 Maret 2026.
“Kami sudah menyiapkan manajemen lalu lintas, termasuk rekayasa yang akan diterapkan sesuai kondisi di lapangan,” tambahnya.
Selain itu, pihak kepolisian juga mempertimbangkan potensi pengaruh kebijakan kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA) terhadap pola pergerakan masyarakat saat arus balik.
Di akhir keterangannya, Agus menegaskan komitmen Polri untuk terus hadir dalam memastikan mudik berjalan aman dan kondusif.
BACA JUGA:Prabowo Subianto Sentil Mobil Dinas Rp8 Miliar, Jembatan Desa Malah Terbengkalai
BACA JUGA:Koalisi Masyarakat Sipil Desak Prabowo Bawa Kasus Andrie Yunus ke Peradilan Umum
“Operasi Ketupat adalah wujud kehadiran negara. Mudik aman, keluarga bahagia, dan Indonesia tetap kondusif,” pungkasnya.