Terugkap Waktu Favorit Pemudik, One Way Kini Diperpanjang Hingga Salatiga
PT Jasa Marga mengungkapkan jam favorit pemudik yang menuju ke arah timur Tol Trans Jawa. Yakni pada pagi hingga sore dan lonjakan kembali terjadi di waktu malam hari.-Candra Pratama -
CIKAMPEK, DISWAY.ID-- Bagi Anda yang bertolak ke kampung halaman, sebaiknya cermati pola pergerakan arus lalu lintas di Tol Trans Jawa.
PT Jasa Marga (Perseroda) telah merilis data mengenai jam-jam paling favorit yang dipilih pemudik menuju arah Timur.
Pilihan waktu yang salah bisa membuat Anda terjebak dalam antrean panjang di jalur bebas hambatan.
BACA JUGA:1.810 Personel PMJ Kepung Titik Vital Malam Takbiran 2026, Bundaran HI Jadi Fokus Utama
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasa Marga Trans Jawa Tol, Ria Marlinda Paalo, mengungkapkan bahwa berdasarkan evaluasi, terdapat dua gelombang besar kepadatan kendaraan dalam sehari.
"Waktu favorit pemudik ada di rentang pukul 06.00 pagi hingga 16.00 sore. Kemudian, volume kendaraan akan melandai sejenak sebelum kembali melonjak tajam pada pukul 21.00 malam hingga dini hari," ungkap Ria, Jumat (20/3).
Jasa Marga membagi pergerakan lalu lintas dalam tiga shift utama. Data menunjukkan angka tertinggi berada pada Shift 1 dan Shift 3, sementara Shift 2 menjadi waktu di mana arus sedikit "bernafas".
Panduan Waktu Pergerakan Mudik:
- Shift 1 (05.00 – 13.00 WIB): Puncak kepadatan pagi (Sangat Ramai).
- Shift 2 (14.00 – 21.00 WIB): Arus cenderung melandai (Relatif Lancar).
- Shift 3 (22.00 – 05.00 WIB): Puncak kepadatan malam hingga subuh (Sangat Ramai).
One Way Nasional Diperpanjang Hingga KM 459 Salatiga
Tingginya antusiasme pemudik menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur memaksa petugas melakukan diskresi kepolisian.
BACA JUGA:Fenomena Godzilla El Nino Diprediksi Terjadi April 2026, Indonesia Terancam Kemarau Panjang
Sistem One Way yang awalnya direncanakan berakhir di GT Kalikangkung (KM 414), kini resmi diteruskan.
"Untuk One Way nasional, kami teruskan dengan One Way lokal dari KM 414 hingga KM 459 Ruas Semarang-Solo (Salatiga). Ini membuktikan arus kendaraan ke arah Timur memang sangat masif," jelas Ria.
Langkah ini diambil guna menguras kepadatan di wilayah Semarang yang mulai mengalami pertemuan arus signifikan dari berbagai arah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: