Wamen ESDM Minta Warga Tak 'Panic Buying', Jamin Stok Melimpah 28 Hari

Wamen ESDM Minta Warga Tak 'Panic Buying', Jamin Stok Melimpah 28 Hari

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, melakukan pemantauan -Nungki-

SEMARANG, DISWAY.ID– Pemerintah menebar sinyal positif bagi para calon pemudik yang bersiap pulang kampung pada Idulfitri 1447 Hijriah.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menegaskan bahwa ketahanan energi nasional dalam kondisi "sangat sehat" dan mampu mencukupi lonjakan kebutuhan selama periode libur panjang.

Dalam pengecekan mendalam di wilayah Jawa Tengah, Yuliot mengungkapkan bahwa cadangan BBM nasional saat ini menyentuh angka 27 hingga 28 hari ke depan.

BACA JUGA:MK Hapus Pensiunan DPR, Ahmad Doli Kurnia: Saatnya Aturan Sejak Tahun 1980 Direformasi

Angka ini jauh melampaui batas minimal ketahanan stok yang ditetapkan pemerintah, yakni 21 hari.

"Ketersediaan BBM untuk cadangan minimal justru sudah terlewati jauh. Masyarakat bisa dengan aman menikmati mudik Lebaran 2026 ini tanpa perlu merasa khawatir," tegas Yuliot Tanjung di sela-sela kunjungannya, Kamis (19/3).

Wamen ESDM mewanti-wanti masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian bahan bakar secara berlebihan atau panic buying.

Ia menilai, aksi borong BBM justru akan memicu antrean panjang yang tidak perlu dan berpotensi mengganggu kelancaran distribusi di SPBU.

Pemerintah pusat maupun daerah memastikan tidak ada pembatasan pembelian BBM selama periode Lebaran.

Ditegaskannya, distribusi terus dipantau agar ketersediaan di SPBU jalur mudik tetap terjaga.

Oleh karenanya, masyarakat diminta tetap antre dengan teratur saat pengisian di SPBU guna menghindari kemacetan di area keluar-masuk.

BACA JUGA:Gebrakan John Herdman, Panggil 41 Pemain untuk FIFA Series 2026: Ingin Kenal Semua

Tak hanya urusan aspal, urusan "setrum" juga dipastikan aman terkendali. Yuliot memaparkan bahwa keandalan sistem kelistrikan nasional saat ini berada pada posisi yang sangat kokoh untuk mengantisipasi lonjakan beban puncak saat malam Lebaran.

Saat ini, daya mampu sistem kelistrikan nasional mencapai 52 Gigawatt (GW). Sementara itu, proyeksi beban puncak hanya berada di kisaran 35 persen dari total daya tersedia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait