Cerita Pemudik Idul Fitri di Atas Selat Sunda, Salat Id dalam Kapal

Cerita Pemudik Idul Fitri di Atas Selat Sunda, Salat Id dalam Kapal

Para pemudik saat salat Ied Fitri di atas kapal penyeberangan laut Selatan Sunda-Ali / Banten TV-

CILEGON, DISWAY.ID– Deru mesin kapal dan deburan ombak Selat Sunda menjadi latar suara yang mengiringi pelaksanaan salat Idulfitri 1447 Hijriah bagi puluhan pemudik, Sabtu (21/3/2026).

Di saat jutaan orang bersujud di masjid atau lapangan terbuka, sebagian pemudik harus merayakan hari kemenangan di atas dek kapal yang tengah bertolak dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni.

Momen ibadah yang berlangsung di tengah pelayaran ini menghadirkan suasana haru sekaligus khidmat.

BACA JUGA:Ancol Pecah Tradisi! Idul Fitri 2026 Dirayakan dengan Pesta Kembang Api Perdana

Mengenakan pakaian terbaik yang dipersiapkan untuk mudik, para jemaah membentuk barisan rapi di area dek dan musala kapal.

Lantunan takbir yang bergema melalui pengeras suara kapal seolah memecah kesunyian laut, menandai dimulainya ibadah di tengah perjalanan trans-Sumatera.

Bagi Lufia, salah satu penumpang, pengalaman ini menjadi memori yang tak terlupakan.

Meski ada rasa sesal karena belum sampai di kampung halaman tepat waktu, pelaksanaan salat berjamaah di atas kapal menjadi penawar rindu akan suasana Lebaran.

"Sebetulnya sedih belum bisa berkumpul bersama keluarga di rumah saat momen Idulfitri ini. Namun, dengan adanya salat Id bersama-sama di sini, perasaan itu menjadi pelipur lara," ungkap Lufia dengan nada getir namun penuh syukur.

BACA JUGA:Momen Prabowo Sapa Warga Secara Langsung di Open House Istana, Dihadiri Ribuan Pengunjung

Pelaksanaan salat Id ini dipimpin oleh seorang imam yang juga berasal dari kalangan penumpang.

Dalam khutbah singkat yang disampaikan, jemaah diajak untuk memaknai Idulfitri sebagai momentum peningkatan keimanan dan kepedulian sosial, meski dalam kondisi keterbatasan di tengah perjalanan.

Pihak pengelola kapal memastikan aspek kenyamanan dan keamanan ibadah tetap terjaga.

Anton, salah satu kru kapal, menyebutkan bahwa pihaknya memberikan kelonggaran waktu dan fasilitas ruang bagi penumpang agar kewajiban ibadah tetap bisa tertunaikan dengan layak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: