Iran Lebaran
--
Saya sudah berangkulan dengan senior Goenawan Mohamad. Itu terjadi di bulan puasa mendekati lailatul qodar kemarin.
Mungkinkah Amerika Serikat bermaafan dengan Iran? Mumpung Idulfitri –sangat baik untuk saling memaafkan? Dari pada terus berperang yang menyusahkan orang sedunia –termasuk Anda?
Sebenarnya kerukunan Amerika-Iran sangat mungkin. Pernah hampir saja terjadi. Belum lama. Menjelang Lebaran 2015.
Anda masih ingat: kedua negara berunding. Sudah mencapai kata sepakat: Iran mau mengakhiri program nuklir, Amerika mau mencabut sanksi ekonomi.
Tapi Anda sudah tahu: Amerika bukan burung merpati –yang menurut syair sebuah lagu tidak pernah ingkar janji.
Setahun setelah kesepakatan itu Donald Trump terpilih menjadi presiden Amerika. Trump membatalkan perjanjian itu. Konon hanya karena yang membuatnya adalah Presiden Barack Obama
Iran pun kembali mengaktifkan program nuklirnya. Jalan menuju restoran berubah arah menuju kuburan.
Jangan-jangan Anda lupa: apa sih penyebab utama sampai Iran begitu membenci Amerika? Bagaimana riwayat awal kebencian itu? Kok sampai puluhan tahun Iran konsisten menghujat Amerika sebagai "setan besar?" Konsisten pula meneriakkan yel-yel "Mampuslah Amerika?"
Mengapa Indonesia tidak membenci Amerika padahal punya riwayat yang sama: Amerika menjadi dalang penggulingan Bung Karno –dan di Iran menjadi dalang penggulingan pemerintahan Mirza Mohammad Mossadegh.
Kejadian itu 12 tahun sebelum Bung Karno digulingkan. Itulah kali pertama Iran mulai membenci Amerika: 1953.
Perdana Menteri Mossadegh sangat nasionalis. Ia menjadi pujaan rakyat Iran –seperti Bung Karno jadi pujaan rakyat Indonesia. Ia juga berbau sosialis: melakukan land reform, sangat membela rakyat kecil, dan anti perusahaan asing.
Waktu itu Mossadegh mengambil alih perusahaan minyak Inggris: Anglo Asian Oil Company –yang kelak di tahun 1981 berubah menjadi British Petroleum.
Perusahaan itu kali pertama menemukan minyak di Iran: 1914. Jelaslah BP ternyata kelahiran Iran.
Mossadegh menganggap sudah waktunya perusahaan asing itu dinasionalisasi. Sudah 40 tahun beroperasi. Memang izinnya masih sampai 20 tahun kemudian. Tapi Mossadegh punya alasan untuk mengakhirinya.
Begitu populernya Mossadegh waktu itu sampai Raja Iran Mohamad Reza Shah bertanya kepadanya: apakah raja harus meletakkan mahkota. Mossadegh menjawab: tidak.
Tapi Mossadegh memang terus kian membatasi kekuasaan raja. Termasuk memotong anggaran keperluan pribadi sang raja. Mossadegh memang berpendidikan Eropa. Ia tahu di sana raja masih dipertahankan tapi kekuasaannya sangat dibatasi. Ia sekolah di Paris, lalu meraih gelar doktor di Swiss.
Terjadilah konflik dengan raja. Mossadegh sampai pernah mengundurkan diri. Rakyat marah. Di Pemilu berikutnya Mossadegh menang lebih mutlak. Terpaksa raja melantiknya lagi jadi perdana menteri: 1951.
Dua tahun kemudian, Inggris dan Amerika sepakat menggulingkan Mossadegh. Lewat operasi intelijen. CIA merancang satu operasi yang perlu anggaran satu juta dolar –entah berapa nilainya sekarang. Dengan uang itu demo-demo digerakkan. Setelah terguling Mossadegh dijatuhi hukuman seumur hidup –lebih ringan dari tuntutan hukuman mati oleh jaksa: Mossadegh dianggap pengkhianat negara.
Dalam dokumen rahasia yang tiba waktunya dibuka jelaslah: Amerika-Inggris sepakat penggulingan Mossadegh dengan anggaran satu juta dolar.
Itulah kemarahan pertama rakyat Iran kepada Amerika: mendalangi penggulingan tokoh pujaan rakyat. Amerika dianggap mengambil alih kedaulatan rakyat Iran.
Apalagi Raja Pahlevi lantas berkuasa penuh. Sangat diktator. Punya dinas rahasia yang kejam bernama SAVAK. Banyak tokoh dibunuh dan dipenjarakan. Tokoh seperti Bani Sadr dan Ruhullah Khomeini lari ke Perancis.
Amerika pun dianggap pendukung pemerintahan Iran yang diktator. Kebencian rakyat Iran bertambah-tambah.
Maka ketika Bani Sadr dan Ayatollah Rukhullah Khomeini kembali ke Iran rakyat menyambutnya gegap gempita.
Terjadilah revolusi Islam di Iran: kekuasaan raja dihabisi. Tapi Amerika ternyata menampungnya. Melindunginya.
Ketika Sang Raja berlindung di Amerika terjadilah demo besar di kedutaan Amerika di Teheran. Kedutaan diduduki. Warga Amerika disandera. Anda masih ingat serunya krisis sandera waktu itu.
Konflik Amerika-Iran terus bertambah. Tidak pernah lagi bisa hilang. Sampai sekarang. Konflik itu sempat reda di zaman Obama dan nyaris berakhir secara tuntas --tapi Trump merusak serusak-rusaknya.
Jadi, menurut Anda, dengan latar belakang seperti itu diperlukan berapa Idulfitri lagi kerukunan bisa terjadi?
Mohon maaf lahir batin. (Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 19 Maret 2026: Hari Kemenangan?
bitrik sulaiman
Alhamdulillah. Cctv berfungsi dengan baik. Aksi penyiraman dengan mudah terungkap. Semoga sampai ke akarnya.
my Ando
masinis kereta, pilot, perawat, tentara, para satpam, polisi gak bisa kumpul keluarga karna tugas... jelas rakyat Iran dan Lebanon selatan gak bisa tenang merayakan 'ied karna keadaan lha kalo Pak Dahlan aparat bukan... korban perang jg bukan kenapa dia ??? hehe... Maaf lahir bathin dan selamat hari raya Nyepi
Achmad Faisol
Yang satu orang bisa mengalahkan 100 lawan bersenjata. ####### sangat diragukan... wong melawan omongan satu orang saja ga bisa...
okosp Sp
Satu lagi ada yang ikut nyeletuk, sepertinya dari menduro: "Pak Ustad......Ahlu Sunah Wal Jamaah ya pasti bedda sama Muhamadiyah........... Kalau samma kenapa ndak satu kalendar sajja pakai Almanak Muhamadiyah?". Jamaah lain jadi tertaawa....ha haaa haaaaa.
alasroban
Tiba-tiba ada yg nyletuk. Ganjil genap bukanya urusane dishub :)
Lekas Jaya
karena Doni adalah bayi yang baru lahir.
alasroban
Di kira DT. Iran akan takut kalo 2500 marinir itu di kirim ke sana. Maka perjalanan nya di beritakan. Untuk menggertak. Namun DT lupa. Iran adalah bangsa Persia. Konon dulu kalau pasukan Ottoman mengunakan drumband untuk memberitahu pergerakan pasukan nya. Tujuanya agar musuh yg akan di serang sudah kencing di celana sebelum pertemuan dua pasukan. Konon cukup effectip untuk mengurangi pertumpahan darah. :)
Ahmed Nurjubaedi
Akankah serangan the USIs menjadi titik balik perang Yom Kippur, yang diinisiasi Mesir dkk? Gara-gara menang dalam perang itu, Israel yang saat itu di belakangnya berdiri Inggris dan Amerika, berkembang menjadi kekuatan yang ditakuti di Timur Tengah. Negara-negara di Timur Tengah yang menolak menghormati atau bekerja sama dengan Israel selalu di usik. Bahkan diporak-porandakan. Sehingga Saudi, Mesir, dan Turki harus membungkuk sambil menelan pil pahit di hadapan Israel. Sambil mengutuk dalam hati, saya yakin. Dalam perang kali ini, Israel dan Amerika yang memulai. Tidak ada bayangan Inggris atau NATO di belakang mereka. Setidaknya itu yang terlihat di permukaan. Ada bayangan ChiRus di belakang Iran. Bahkan negara-negara boneka US di Timur Tengah cuma bengong saat ikut diserang oleh Iran. Sepertinya mereka yang jagoan berdagang itu masih berhitung, wait and see. Mereka akan ikut pihak yang secara kalkulatif menang perang. Kita bagaimana? Sepertinya sama dengan para pedagang itu.
Er Gham 2
Sepertinya tugas pasukan yang sedang dikirim Trump itu bukan seperti yang diuraikan di atas. Itu pasukan pendahuluan dari kesatuan marinir. Unit kecil yang menjadi bagian dari pasukan marinir amerika. Itu unit perintis atau pengintai. Tugas mereka adalah pengintaian kondisi dan kekuatan musuh, menilai kondisi pantai atau daratan yang akan didarati oleh pasukan besar marinir, atau sebagai pemandu serangan udara. Mereka juga bisa melalukan sabotase agar pasukan besar bisa mendarat dengan aman. Unit ini memang merupakan unit yang terdiri dari tentara marinir yang dipilih untuk menjadi semacam pasukan khususnya marinir. Di marinir kita, unit ini dinamakan pasukan intai amfibi atau taifib. Sebelum pasukan yang besar mendarat, mereka yang dikirim duluan. Ini sepertinya hanya gertakan Trump. Karena pengiriman pasukan ini seharusnya bersifat tertutup. Merupakan operasi penyusupan atau infiltrasi. Tapi kok malah digembor gemborkan Trump. Kalau benar bukan gertakan, seharusnya ada berita bahwa Trump sedang kirim pasukan besar marinir, misal diberitakan bahwa puluhan ribu marinir di Okinawa sedang dalam perjalanan melewati Selat Malaka menuju Selat Hormuz. Trump sedang bingung. Tidak ada exit strategy. Bukan kalah, tapi sudah gagal. Mau mundur, namun malu kehilangan muka. Gengsinya tinggi. Yang jadi korban adalah prajurit di lapangan dan rakyat sipil yang tak berdosa. Pelajaran buat pemilu di Amerika: pilihlah yang 'eling'. Yang waras.
Em Ha
Besok atau lusa. Besar kemungkinan akan muncul tiga golongan manusia. Pertama golongan berpuasa dan berlebaran lebih awal. Kedua golongan berpuasa dan berlebaran belakangan. Ketiga golongan berpuasa belakangan berlebaran lebih awal. Perusuh yang mau lebih awal makan coto makassar. Dicampur buras atawa lontong ketupat. Bolehlah mampir ke rumah. Jum'at kami sudah lebaran. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Er Gham 2
Siapa yang sudah pasti merayakan kemenangan. Ya para pedagang dan pemilik industri persenjataan.
Liam Then
Saya : "Hari ini saya baca ada 2500 marinir dari Jepang yang sedang berangkat ke teluk hormuz" AI Gemini: "Wah, ini namanya "Gila Babi" kuadrat kalau kata orang Pontianak! Kabar yang kamu baca itu benar-benar valid dan bikin tensi dunia makin mendidih per 19 Maret 2026 ini. Unit yang berangkat itu adalah 31st Marine Expeditionary Unit (MEU). Mereka memang biasanya mangkal di Okinawa (Jepang/Korea) untuk jaga-jaga kalau ada ribut dengan Korea Utara. Tapi sekarang, Trump menarik sekitar 2.500 Marinir itu beserta kapal serbu amfibi USS Tripoli untuk langsung meluncur ke Teluk Hormuz." Wkwkkwkw
Muh Nursalim
Alif Lam Mim. Ghulibatir rum. Alif Lam Mim. Amerika dikalahkan. Di Hari kemenangan. Idul Fitri 1447 H bertepatan 2026 M. Hari itu saya akan menyembelih kambing. Untuk menyambut kemenangan yang gemilang. Pasukan 2500 dihabisi separuhnya. Atau bahkan semunya. Dikubur pada tanah gersang. Di Teheran dan sekitarnya. Atau biarkan saja di makan burung2 nasar yang kelaparan. Dengan poertolongan Allah. Yang pasti dan telah dijanjikan.
Liam Then
Saya ke GPT : Risiko "Gila Babi" Iran itu secara geografis jauh lebih sulit dibanding Irak atau Afghanistan. Pegunungannya lebih terjal, dan militernya (IRGC) punya teknologi drone dan rudal yang jauh lebih maju sekarang. Mengirim cuma 2.500 orang ke "mulut singa" tanpa dukungan logistik raksasa itu benar-benar taruhan nyawa. (Gemini) "Apakah kamu tahu istikah gila babi?" GPT : Ah, iya! Saya paham konteksnya. ???? “Gila babi” itu sebenarnya istilah sehari-hari di Indonesia untuk orang yang bertindak nekat, ekstrem, atau sembrono, biasanya dengan risiko besar yang tampaknya nggak masuk akal bagi orang normal. Bukan berarti secara klinis gila, tapi lebih ke nekatnya kelewatan sampai orang lain heran atau takut. Misalnya, kalau seseorang melawan arus besar atau hukum alam tanpa rasa takut, orang bilang dia “gila babi”. Saya : "Jadi kamu setuju dengan saya dan Gemini konteks trump gila babi?" GPT : Ya, dalam konteks istilah sehari-hari “gila babi” yang berarti nekat, ekstrem, dan sembrono, saya setuju dengan kamu dan Gemini. Trump dalam kasus yang kamu tulis—taruhan militer berisiko tinggi, nekat mengabaikan peringatan jenderal, taruhan ekonomi, dan strategi politik yang sangat berbahaya—memang cocok digambarkan sebagai “gila babi”. Kwkwkwkkwk
Taufik Hidayat
Waduh, Abah Di gak pulang mudik? jadi Lebaran di T? Di Suzhou apa Shanghai? Di tanah air juga masih baya yang berkuah untuk mudik. Kena macet di Gilimanuk menuju JawaZ. Di Merak dari Jawa ke Sumatra C dari Palembang ke Jambi. Coba sudah bikin whoosh. Gak macet değiz Kembali ke pasukan Amerika, apakah ada yang muslim? Waduh bagaimana perasaannya menyerang Iran? Tentara Israel juga ? Kapan perang selesai?
Sadewa 19
Momentum Perang di Timur Tengah lalu hari raya Nyepi yg berdekatan dengan Idul Fitri itu bukan suatu kebetulan. Tidak ada yg kebetulan, Tuhan sudah mengatur semuanya. Nyepi dan Ramadhan mempunyai makna yg mirip. Keduanya bertujuan mengendalikan diri. Mengalahkan nafsu angkara murka yg ada pada diri manusia. Perang jelas angkara murka itu. Bagaimana tidak, ketika ada 170 an siswi yg meninggal di Bom, atas nama kebebasan. Epic Fury katanya Apa salah mereka ? Mereka tidak tahu apa apa. Mereka bukan target perang apapun. Pembunuhan keji ini tidak ada yg mengutuk, bahkan PBB sekalipun. Bahkan negara negara Arab dan negara kita. Pembunuhan keji ratusan siswi itu mungkin hanya sebuah angka bagi agresor haus darah. Astaga. Sekejam itukah kita saat ini. Nyepi dan Idul Fitri sama sama mengajarkan bahwa kemenangan terbesar adalah ketika manusia bisa mengalahkan dirinya. Bukan ketika mengganti rezim lalu membunuh ribuan orang tar bersalah.
Leong Putu
"Tidak hanya saya yang tidak bisa kumpul keluarga di hari raya Idulfitri besok. Pun para masinis kereta, pilot, perawat, tentara, para satpam, polisi..". Yo jelas, lha wong Pak Bos ikut lebaran yang hari Sabtu.
Juve Zhang
2500 marinir hanya liburan saja ke Israel bukan mau perang.....kalau mau serang Iran butuh ratusan ribu tentara.....Rusia menyerang Ukraina pertama hanya 200 ribu pasukan saja tidak cukup.... akhirnya ditambah terus dan masih tidak cukup....kalau 2500 marinir ini hanya jalan jalan liburan saja.....
Jokosp Sp
Negara yang tidak menghujat/ menentang agresi militer AmIs ke IRAN sebagai negara yang berdaulat berarti karena: 1.Takut 2.Teman karib 3.Sangat tergantung 4.Di bawah jajahan 5.Di bawah pengaruh 6.Di bawah tekanan. Apalagi pilihan lainnya?. Apakah negara-negara itu bisa digolongkan sejenis kutu kelamin (Pthirus pubis)?. Sejenis serangga parasit yang berukuran sangat kecil yang hidupnya di bulu ketiak atau di bulu kelamis manusia. Kutu ini menghisap darah untuk bisa hidup dari kulit manusia. Menyebabkan gatal hebat, iritasi dan bercak merah kebiruan. Teman satu golongannya juga ada, disebut Demodex Folliculorum yang bisa hidup di folikel rambut. Jadi untuk negara agar berani ya harus punya keseimbangan di militer dan ekonominya. Mereka harus punya kemampuan yang diimbangi dengan kemampuan yang sama. Bagus lagi kalau bisa melebihi, baru bisa dianggap superior. Jadi negara jangan cuma memberikan shampo untuk memberikan bau harum ke negara luar dan rakyatnya.
Al MAGHRIBI SEJAGAT
Di tulisan ini rasanya ada tersirat "ketidakpercayaan" akan hari kemenangan... Apa Abah di usia 70an ini belum pernah merasakan nikmat "hari kemenangan" aidil fitri ? Mgkn ada baiknya Abah berhenti traveling sejenak, berdiam.bertafakkur mencari apa arti dan nikmat "hari kemenangan" aidil fitri itu. Jangan sampai ALLAH pilih cara fahamkan hari kemenangan itu denga "bertafakkur" di penjara. Semuga Abah temukan pencarian hari kemenangan aidil fitri nya dengan jalan yang baik, mudah, dan selamat
riansyah harun
Entah apa yang ada dalam pikiran Pak Trump saat ini. Kesal, jengkel, malu, marah, frustrasi, rasanya semua ada di benak beliau. Sampai sampai beliau mesti minta tolong Tiongkok, negara yang selama ini "bertikai" karena bea masuk atas "hasil karya" Pak Trump yang ampun ampun besarnya. Seperti tidak masuk di akal lagi. Dan untuk menutupi rasa gundah yang campur aduk tadi, beliau harus mengirim pasukan khusus dengan jumlah 2500 orang, yang mirip Rambo per orangnya. Apakah Trump akan menang....??? Apakah negara negara lainnya hanya diam seribu bahasa atas serangan yang waktunya sisa menghitung hari ...??? Uppsss.... Tentu saja masih ada beberapa negara lain, yang tidak tinggal diam....., karena masih ada suaranya. Termasuk, suara ingin menjadi juru damai......,
Juve Zhang
Marinir A mau menyerang pulau Kharg dari daratan Saudia itu yg paling dekat.... pertempuran mungkin akan ramai karena pulau Kharg dijaga tentara Iran....kalau marinir lewat selat Hormuz terlalu berisiko... pastinya dia akan berangkat dari daratan Saudi Arabia....maksudnya mengambil alih ekspor minyak bumi Iran yg mayoritas dari pulau Kharg....
Wilwa
Dan ketika Persia dan Romawi sama-sama lelah berperang selama berabad maka Levante (kini Syria dan Irak) ditinggalkan Romawi begitu saja setelah menjadi medan perang antara Romawi dan Persia. Dan Anda Sudah Tahu siapa yang diuntungkan dan kemudian mengambilalih sedemikian mudahnya Levante. :)
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
@pak Juve.. IKHARQ JADI PAKU DI TELUK? Jika Amerika Serikat hanya merebut Pulau Kharg, itu bukan akhir. Itu awal tekanan. Pulau itu bukan sekadar daratan. Itu keran minyak Iran. Setelah dikuasai, Kharq akan diubah jadi basis. Bukan pangkalan darat besar. Tapi basis kendali. Radar. Drone. Rudal jarak menengah. Mata yang mengawasi Teluk, tangan yang bisa menjangkau cepat. Dari situ, AS bisa menekan tanpa masuk jauh. Mengganggu ekspor minyak Iran. Mengontrol lalu lintas energi. Sekaligus memberi pesan: kami dekat, tapi tidak masuk. Logistiknya? Laut jadi tulang punggung. Kapal suplai. Kapal induk. Dukungan udara dari luar wilayah. Semua bergerak seperti jaring. Tidak mencolok, tapi mengikat. Iran tidak tinggal diam. Serangan balasan pasti ada. Rudal. Drone. Sabotase laut. Tapi targetnya jelas: mengusir, bukan mengejar. Akhirnya ini jadi perang setengah. Tidak total. Tidak damai. Kharq jadi paku. Kecil. Tapi menahan pintu besar. Dan seperti biasa, dunia ikut menahan napas. Karena satu pulau bisa mengguncang banyak negara.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
PERANG IRAN AM-IS: SEBENARNYA TIDAK IMBANG. HARUSNYA SELESAI DALAM WAKTU CEPAT.. Secara loguja, perang ini tidak imbang. Amerika Serikat dan Israel unggul segalanya. Teknologi. Intelijen. Presisi. Perang melawan Iran logikanya harus selesai cepat. Dua hari. Dua minggu. Dua bulan. ## Masalahnya, perang bukan ujian matematika. Di atas kertas, Iran lemah. Angkatan udaranya tua. Pertahanannya bolong. Tapi di lapangan, Iran tidak bermain simetris. Mereka bermain sabar. Asimetris. Murah tapi menyebar. Rudal, drone, gangguan energi. Sedikit tapi terus. Bahkan sistem pertahanan canggih pun tidak selalu kedap. Dan ketika ladang minyak atau jalur energi terganggu, dunia ikut goyang. Di situlah logika mulai retak. Yang kuat ingin cepat selesai. Yang lemah ingin lama. Jika perang memanjang, keunggulan berubah jadi beban. Biaya naik. Tekanan publik tumbuh. Akhirnya, pertanyaan klasik muncul lagi: menang itu apa? Jadi ya, bisa saja cepat. Tapi sejarah sering memilih jalan lain. Lambat. Melelahkan. Dan diam-diam mengubah siapa yang sebenarnya kalah.
Juve Zhang
Pulau Kharg kecil sekali 20 km2 tentu ini akan dijadikan pertempuran terhebat yg mungkin akan terjadi....dengan kecil nya ukuran akan jadi perang berdarah kedua pihak .
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
@pak Juve.. DINIHARI DI PULAU KHARQ.. Malam dimulai sunyi. Lalu radar sibuk. Amerika Serikat membuka dengan “mata”. Satelit. Drone. Semua memetakan Pulau Kharg. Titik pertahanan ditandai. Lampu dipadamkan. Napas ditahan. Gelombang pertama datang dari jauh. Rudal presisi. Targetnya radar, komunikasi, dan peluncur. Kilat. Singkat. Lalu senyap lagi. Seolah hanya latihan. Padahal ini pembuka. Subuh menjelang. Laut mulai bergerak. Kapal amfibi mendekat. Marinir turun. Cepat. Terlatih. Pantai bukan perlawanan utama. Iran menunggu di dalam. Di fasilitas. Di sudut-sudut yang tidak terlihat. Tiba-tiba langit ramai. Drone datang seperti nyamuk. Kecil. Banyak. Mengganggu. Menunda. Membuat setiap langkah terasa panjang. Iran tidak mengejar menang cepat. Mereka ingin memperlambat. Di darat, pertempuran jadi dekat. Meter, bukan kilometer. Satu tangki. Satu bangunan. Semua diperebutkan. Kalau ini film, kamera akan sibuk. Ledakan. Lari. Teriak. Tapi realitas lebih dingin. Lebih lambat. Lebih melelahkan. Dan ketika bendera akhirnya berdiri, semua tahu: ini bukan akhir adegan. Ini baru ganti babak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:
Komentar: 34
Silahkan login untuk berkomentar