Sekolah Daring Belum Mendesak, Pemerintah Prioritaskan Pembelajaran Tatap Muka untuk Cegah Learning Loss

Rabu 25-03-2026,08:07 WIB
Reporter : Doddy Suryawan
Editor : Subroto Dwi Nugroho

JAKARTA, DISWAY.ID -- Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas pendidikan nasional dengan tetap memprioritaskan pembelajaran tatap muka (luring), meskipun transformasi digital terus berkembang di berbagai sektor.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyampaikan bahwa arahan Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna menekankan pentingnya memanfaatkan momentum krisis global untuk mempercepat transformasi, termasuk di sektor pendidikan.

Namun demikian, fokus utama pemerintah tetap pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya melalui proses pembelajaran yang optimal di sekolah.

BACA JUGA:Jadwal Long Weekend April 2026 yang Wajib Diketahui, Bisa Libur 3 Hari Berturut-turut!

BACA JUGA:PLN Berhasil Amankan Pasokan Listrik Nasional Saat Salat Idulfitri 1447 H

“Proses pembelajaran harus tetap berjalan normal dan optimal. Jangan sampai kualitas pendidikan menurun,” ujar Pratikno dalam keterangannya di Jakarta.

Menurutnya, pembelajaran tatap muka masih menjadi metode paling efektif untuk mencegah terjadinya learning loss, terutama bagi siswa di jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Interaksi langsung antara guru dan siswa dinilai sangat penting dalam meningkatkan pemahaman materi sekaligus membentuk karakter.

Meski opsi pembelajaran hybrid yang menggabungkan sistem daring dan luring sempat dibahas, pemerintah menilai metode pembelajaran daring belum menjadi kebutuhan mendesak saat ini.

Hasil evaluasi lintas kementerian menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran masih lebih optimal melalui sistem tatap muka.

BACA JUGA:Bocoran Materi dan Jumlah Soal UTBK SNBT 2026, Referensi Bahan Belajar yang Wajib Dikuasai

BACA JUGA:Balik Lagi ke Rutan, KPK Sebut Gus Yaqut Alami Gerd dan Asma

Kebijakan ini juga sejalan dengan berbagai program prioritas pemerintah, seperti revitalisasi sekolah, pengembangan Sekolah Rakyat, hingga program Sekolah Unggul Garuda.

Seluruh inisiatif tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemerataan dan kualitas pendidikan nasional di bawah koordinasi kementerian terkait.

Di sisi lain, transformasi digital tetap terus didorong dalam sektor pemerintahan.

Kategori :