JAKARTA, DISWAY.ID -- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membuka secara fungsional Jalan Tol Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan sepanjang kurang lebih 52 kilometer untuk mendukung kelancaran arus balik Lebaran 2026.
Ruas ini difungsikan khusus untuk kendaraan Golongan I dari arah Bandung menuju Jakarta, sebagai alternatif jalur guna membantu mengurai kepadatan lalu lintas di koridor Tol Jakarta–Cikampek dan Jalan Layang MBZ.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembukaan fungsional Japek II Selatan merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode arus mudik dan balik Lebaran.
BACA JUGA:Kemenkes Catat 1.975 Kecelakaan Mudik Lebaran 2026, Faktor Kesehatan Pengemudi Jadi Sorotan
BACA JUGA:Kapolri Imbau Masyarakat Manfaatkan WFA saat Arus Balik Lebaran 2026
"Kementerian PU memastikan kesiapan infrastruktur konektivitas nasional agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan arus balik dengan lebih aman, nyaman, dan efisien," ujar Menteri Dody, Selasa, 24 Maret 2026.
"Pembukaan fungsional Japek II Selatan ini menjadi salah satu upaya konkret untuk mengurai kepadatan di koridor utama serta memberikan alternatif jalur bagi masyarakat," sambungnya.
Secara teknis, ruas tol yang difungsikan mencakup Seksi 3 Setu–Sukaragam (7,75 km), Seksi 4 Sukaragam–Sukabungah (13,00 km), Seksi 5 Sukabungah–Kutanegara (22,75 km), dan Seksi 6 Kutanegara–Sadang (8,50 km).
Keberadaan jalur alternatif ini dirasakan manfaatnya oleh pengguna jalan, khususnya yang melakukan perjalanan dari wilayah Bandung menuju kawasan selatan Jakarta dan sekitarnya.
BACA JUGA:Jadwal Pulang Mudik Terbaik saat Arus Balik Lebaran 2026, Hindari Tanggal Segini!
BACA JUGA:Arus Balik Meningkat, One Way Nasional Resmi Diberlakukan dari GT Kalikangkung-Cikatama
Salah satu pengguna jalan, Andra Oktaviani, yang melakukan perjalanan arus balik dari Bandung menuju Parung Panjang, Kabupaten Bogor, mengaku jalur ini membantu perjalanan menjadi lebih lancar.
"Perjalanan terasa lebih lancar dan waktu tempuh lebih efisien karena tidak harus melewati titik-titik kepadatan di jalur utama," urainya.
Pengguna lainnya, Muhammad Ali, yang melakukan perjalanan menuju Tangerang Selatan, juga menyampaikan bahwa jalur ini memberikan opsi perjalanan yang lebih terkendali meskipun masih dalam tahap fungsional.
"Jalurnya cukup nyaman dilalui dan menjadi alternatif perjalanan yang membantu saat arus balik," kata Ali.