Ia menilai langkah ini penting guna menghindari konflik kepentingan dan memastikan keadilan bagi korban.
Ia menegaskan bahwa masyarakat sipil tidak boleh diremehkan, karena memiliki pengalaman panjang dalam melakukan investigasi, termasuk sejak kasus-kasus pelanggaran HAM di masa lalu.
Rocky Gerung Singgung “Republik Ketakutan”
Dalam pernyataannya, Rocky menyebut Indonesia berpotensi masuk ke dalam “republik ketakutan” jika praktik kekerasan dan intimidasi terus dibiarkan. Ia menilai bahwa tindakan brutal bukan sekadar insiden, melainkan bisa menjadi bagian dari desain kekuasaan untuk menciptakan rasa takut di masyarakat.
Namun demikian, ia tetap optimistis bahwa momentum ini bisa menjadi titik balik bagi pemerintah untuk menunjukkan komitmen nyata terhadap keadilan.
Rocky Gerung mengapresiasi pernyataan Presiden Prabowo yang meminta kasus tersebut diusut tuntas.
Namun, ia menekankan bahwa publik membutuhkan kejelasan dan tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan.
Ia pun meminta agar proses hukum dilakukan secara cepat, transparan, dan menyeluruh guna mengembalikan kepercayaan masyarakat.
“Ini adalah ujian bagi demokrasi kita. Masyarakat sipil hanya ingin memastikan bahwa keadilan benar-benar ditegakkan,” pungkasnya.