DEPOK, DISWAY.ID-- Universitas Indonesia (UI) memperkuat langkah strategis di bidang kecerdasan buatan (AI) melalui kerja sama dengan PT Artificial Intelligence Capital dan PT Edge Mode Indonesia.
Kerjasama ini difokuskan pada penciptaan output nyata berupa riset inovatif, pengembangan talenta, serta penguatan ekosistem AI nasional.
Rektor Universitas Indonesia, Heri Hermansyah, mengatakan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari upaya percepatan transformasi UI sebagai kampus unggul yang berdampak luas.
Kerjasama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran UI sebagai pusat pengembangan teknologi AI.
"Kami ingin memastikan bahwa riset dan inovasi yang dihasilkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri,” ujar Prof. Heri, di Depok, baru-baru ini.
Melalui kerja sama ini, UI menargetkan lahirnya berbagai output konkret, seperti riset kolaboratif, pengembangan teknologi berbasis AI, serta peningkatan kapasitas mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam proyek industri.
Sementara itu, President Director PT Artificial Intelligence Capital, Bo Niclas Adler, menekankan pentingnya kolaborasi antara kampus dan industri dalam menghasilkan inovasi berkelanjutan.
"Kami melihat potensi besar dari talenta di UI. Kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan teknologi yang efisien sekaligus mendukung kegiatan riset dan pengajaran, serta mendorong lahirnya inovator AI dari Indonesia,” jelasnya.
BACA JUGA:Pemprov DKI Jakarta Terapkan 50 Persen WFA untuk ASN Usai Lebaran 2026, Ini Aturannya
Di lain halnya, Director PT Edge Mode Indonesia, Edison Effendy, menyebut kerja sama ini akan berfokus pada pembentukan AI Research and Innovation Centre sebagai pusat pengembangan talenta dan riset.
Melalui kolaborasi ini, kami ingin membangun ekosistem AI yang kuat di Indonesia.
"UI menjadi mitra strategis untuk mencetak sumber daya manusia unggul dan mendorong Indonesia menjadi AI Hub di kawasan Indo-Pasifik,” ujarnya.
Selain riset dan pengembangan teknologi, UI juga akan mendorong kajian etika dan tata kelola AI sebagai bagian dari output akademik.
Langkah ini diharapkan mampu memastikan pemanfaatan AI yang bertanggung jawab sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah global.