Sempat Diwacanakan, Ini Alasan Tegas Sekolah Daring Batal

Rabu 25-03-2026,14:42 WIB
Reporter : Khomsurijal W
Editor : Khomsurijal W

JAKARTA, DISWAY.ID- Pemerintah memutuskan membatalkan rencana penerapan pembelajaran daring (PJJ) bagi siswa sekolah mulai April 2026.

Keputusan ini diambil setelah koordinasi lintas kementerian dan menjadi bagian dari evaluasi strategi penghematan energi nasional di tengah lonjakan harga BBM akibat konflik Timur Tengah.

Menko PMK Pratikno menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor pendidikan.

BACA JUGA:Sekolah Daring Belum Mendesak, Pemerintah Prioritaskan Pembelajaran Tatap Muka untuk Cegah Learning Loss

“Hasil koordinasi lintas kementerian menunjukkan bahwa pembelajaran tatap muka harus tetap dijaga demi memastikan kualitas pendidikan tidak menurun. Proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss,” ujar Pratikno dalam keterangan resminya, Selasa (24/3/2026).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menambahkan bahwa pembatalan ini didasarkan pada pertimbangan akademik dan penguatan pendidikan karakter.

Pembelajaran daring selama pandemi Covid-19 sebelumnya meninggalkan berbagai masalah, seperti penurunan kemampuan menyerap materi, disiplin, dan kesehatan mental siswa.

BACA JUGA:Pendatang Baru ke Jakarta Diingatkan Punya Keterampilan, Pramono: Jangan Jadi Beban Ibu Kota

“Pembelajaran jarak jauh berpotensi menimbulkan learning loss, di mana peserta didik cenderung malas belajar dan melupakan sekolahnya,” kata Mu’ti.

Wacana sekolah daring semula muncul sebagai salah satu opsi penghematan energi dan BBM melalui pengurangan mobilitas siswa dan guru.

Namun, pemerintah menilai sektor pendidikan bukan prioritas utama untuk efisiensi ekstrem, karena layanan pendidikan dan kesehatan esensial harus tetap berjalan normal.

Pembelajaran tatap muka (luring) tetap menjadi pilihan utama setelah libur Lebaran.

Keputusan ini berlaku secara nasional untuk semua jenjang pendidikan dasar dan menengah.

BACA JUGA:Purbaya Diserbu UMKM Curhat Market Place Dikuasai China: Ini Kebodohan Kita!

Pemerintah akan terus memantau situasi energi dan menyiapkan strategi lain yang tidak mengorbankan kualitas pendidikan siswa.

Kategori :