JAKARTA, DISWAY.ID - Imbas perang Timur Tengah antara Iran-Israel dan AS membuat harga emas batangan kembali turun drastis.
Dilansir dari data logam Mulia Antam pada Jumat 27 Maret 2026 ini, harga emas batangan telah turun lebih dari 2 persen sejauh minggu ini.
Di sisi lain, harga emas spot sedikit berubah pada USD 4.380,39 per ons pada pukul 09.01 waktu Singapura, sementara kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April tetap stabil di USD 4.375.
BACA JUGA:Trump Effect, Harga Emas Terus Anjlok ke Rp2,8 Jutaan per Gram
Menurut data BCA Sekuritas, harga emas telah turun sekitar 17 persen sejak perang AS-Israel di Iran, yang dimulai pada 28 Februari 2026 lalu.
"Harga emas tertekan oleh penguatan dolar AS, yang telah naik lebih dari 2 persen selama periode yang sama," tulis data tersebut.
BACA JUGA:Terkuak Penyebab Harga Emas Rontok Meski Geopolitik Memanas, Terburuk Sejak 2011
Harga Emas Perhiasan Tidak Stabil
Ketidakpastian harga emas batangan pun juga turut berpengaruh besar terhadap harga perhiasan emas yang dijual di pasaran.
Berdasarkan hasil pantauan Disway di Toko Lapak Sumber Emas, Bogor, Jawa Barat, harga perhiasan emas seperti kalung telah mencapai kisaran angka Rp 1.200.000 hingga Rp 1.300.000 dengan kode angka emas 6 gram atau 8 gram.
"Itu tergantung kondisi barang juga, tergantung desain model. Kalau untuk sekarang, kalau harga kita gak bisa membahas, soalnya harga itu turun naik dari pusat, dari setiap sahamnya, kita gak bisa prediksi," jelas Fahmi, pemilik Toko Emas tersebut.
BACA JUGA:Master Fengshui Ungkap Ramalan Shio Kuda Api 2026, Situasi Ekonomi Hingga Harga Emas
Lebih lanjut, Fahmi juga turut menambahkan bahwa ketidakpastian harga perhiasan emas sendiri juga tidak dimulai baru-baru ini, melainkan sejak sebelum memasuki periode bulan Puasa dan Lebaran 2026.
"Pokoknya gak stabilnya itu udah lama sih. Semenjak ada masalah yang viral di daerah Jawa, yang orang ramai-ramai jualin emas, nah ini semenjak itu harganya seolah-olah goyang," jelas Fahmi.