Aturan Baru PP Tunas Diterapkan, Kemendikdasmen Perketat Pemakaian Gawai Siswa
Kemendikdasmen juga memastikan bahwa literasi digital tetap berjalan seiring dengan pembatasan tersebut. -Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai memperketat penggunaan gawai di lingkungan sekolah sebagai bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa pembatasan akses terhadap platform digital berisiko bukan berarti melarang teknologi, melainkan mengatur penggunaannya secara lebih disiplin.
BACA JUGA:Wamensos Ungkap Perintah Prabowo Subianto, Sekolah Rakyat Tambahan Segera Hadir Bulan Depan
Lalu langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketergantungan peserta didik terhadap perangkat digital yang dinilai berpotensi mengganggu konsentrasi belajar, interaksi sosial, hingga pembentukan karakter.
“Pemerintah menilai perlu ada pengendalian yang lebih tegas agar teknologi tidak berdampak negatif pada perkembangan anak,"ujar Mu’ti, di Jakarta, Sabtu, 28 Maret 2026.
Disamping itu, Kemendikdasmen mendorong penerapan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) yang dipadukan dengan kebijakan 3S, yakni Screen Time, Screen Zone, dan Screen Break.
BACA JUGA:Mantan Menteri Pertahanan RI Juwono Sudarsono Meninggal Dunia di Usia 84 Tahun
Skema ini dirancang untuk membatasi durasi, ruang, serta jeda penggunaan layar bagi siswa.
“Kita ingin memastikan teknologi tetap menjadi alat bantu belajar, bukan justru mengganggu proses pendidikan. Peran guru sangat penting dalam mengawal kebijakan ini di sekolah,” tegasnya.
Kemendikdasmen juga memastikan bahwa literasi digital tetap berjalan seiring dengan pembatasan tersebut.
Proses pembelajaran berbasis teknologi akan tetap digunakan dengan pengawasan yang lebih terarah dari guru.
BACA JUGA:Warganet Apresiasi Stabilitas BBM Saat Lebaran 2026, Stok Aman di Tengah Tekanan Global
Selain itu, sekolah didorong untuk memperbanyak aktivitas fisik dan interaksi langsung guna menekan ketergantungan siswa terhadap gawai.
Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat karakter sekaligus menjaga keseimbangan perkembangan anak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: