Komisi X DPR Tegaskan Tatap Muka Tetap Prioritas di Sekolah

Komisi X DPR Tegaskan Tatap Muka Tetap Prioritas di Sekolah

Komisi X DPR Tegaskan Tatap Muka Tetap Prioritas di Sekolah-dok Disway-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Komisi X DPR RI menegaskan pembelajaran tatap muka tetap menjadi prioritas utama di tengah dinamika geopolitik global yang memicu wacana efisiensi energi, termasuk di sektor pendidikan. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas pembelajaran nasional.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengatakan dukungan terhadap langkah pemerintah yang tidak mengubah skema pembelajaran menjadi daring secara luas.

BACA JUGA:42 Persen Kendaraan Belum Kembali ke Jakarta, Korlantas Siapkan Pengamanan

Hetifah menambahkan interaksi langsung antara guru dan siswa masih menjadi faktor kunci dalam proses pendidikan.

Pembelajaran tatap muka dinilai lebih efektif karena memungkinkan penguatan pemahaman materi, interaksi sosial, serta pelaksanaan kegiatan praktikum yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh sistem daring. 

“Hal ini menjadi alasan utama mengapa sekolah tetap didorong untuk berjalan normal," ujar Hetifah, di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2026.

BACA JUGA:15 Contoh Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawaban, Referensi Belajar sebelum Ujian!

Di sisi lain, sistem zonasi yang telah diterapkan turut membantu mengurangi beban energi. 

Mayoritas siswa kini bersekolah di lokasi yang dekat dengan tempat tinggal, sehingga mobilitas harian tidak berdampak signifikan terhadap konsumsi energi.

Komisi X juga mengingatkan bahwa penerapan pembelajaran daring secara luas berisiko menimbulkan berbagai persoalan. 

Di antaranya potensi penurunan capaian belajar atau learning loss, keterbatasan interaksi guru dan siswa, serta kesenjangan akses teknologi di berbagai wilayah," katanya.

BACA JUGA:Kembali Normal Usai Lebaran, 2,8 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara

Selain itu, aspek sosial dan emosional siswa juga berpotensi terdampak akibat berkurangnya interaksi langsung di lingkungan sekolah. Kondisi ini dinilai dapat menghambat pembentukan karakter dan kemampuan sosial anak.

Meski demikian, pembelajaran daring tetap dapat dimanfaatkan sebagai solusi adaptif dalam kondisi tertentu, seperti saat terjadi bencana atau gangguan akses pendidikan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait