Insiden ini menjadi alarm keras bagi seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
Kemenhaj mengimbau agar standar kelayakan armada transportasi di Arab Saudi benar-benar diperhatikan, terutama pengecekan rutin pada sistem kelistrikan dan mesin bus yang rentan bermasalah di tengah suhu ekstrem.
“Kami meminta seluruh PPIU untuk meningkatkan standar keselamatan. Keamanan dan kenyamanan jemaah adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar,” pungkasnya.
Pihak keluarga di Indonesia pun diminta untuk tetap tenang, karena saat ini seluruh jemaah sudah dalam penanganan otoritas terkait dan dapat kembali berfokus pada ibadah di Masjid Nabawi.