JAKARTA, DISWAY.ID- Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang meminta rakyat tidak boros saat memasak dengan gas LPG memicu polemik dan reaksi beragam dari masyarakat.
Bahlil menyarankan agar kompor segera dimatikan setelah masakan matang.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat meninjau pasokan energi di Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026).
“Kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah masak, jangan kompornya boros,” ujar Bahlil.
BACA JUGA:Bahlil Ajak Masyarakat Hemat LPG di Tengah Konflik Timteng: Matikan Kompor Jika Masakan Sudah Matang
Imbauan ini muncul di tengah kekhawatiran krisis energi global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang menyebabkan lonjakan harga minyak dunia.
Bahlil menekankan pentingnya penghematan energi nasional, termasuk LPG, listrik, dan BBM.
Meski demikian, pernyataan Bahlil langsung viral di media sosial dan menuai kritik. Banyak netizen menilai imbauan tersebut kurang peka terhadap kondisi ekonomi masyarakat kecil yang sudah kesulitan dengan harga kebutuhan pokok.
Salah satu respons paling viral berasal dari influencer kuliner Madun Oseng. Dalam video yang beredar luas, Madun tampak kesal dan langsung membanting panci sambil berkata, “Dari zaman dulu sudah begini, masa urusan matiin kompor saja harus diatur.”
BACA JUGA:Timnas Indonesia Naik ke Peringkat 120 FIFA, Jauh Tinggalkan Malaysia!
Video tersebut mendapat ribuan komentar dan like.
Reaksi masyarakat beragam. Sebagian mendukung ajakan hemat energi, sementara yang lain menganggap pernyataan tersebut tidak realistis mengingat kondisi ekonomi saat ini.
Seiring reaksi heboh atas pernyataan Bahlil, Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji, memberikan penjelasan.
Disebutkannya, pernyataan Bahlil pada dasarnya sekadar penegasan terkait situasi saat ini.
Menurutnya, penghematan energi juga selalu disuarakan dalam situasi normal sekalipun.