Bahlil Pastikan Stok BBM RI Aman Meski Negara Lain Sudah Umumkan Darurat Energi!
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan stok BBM dalam negeri aman meski sejumlah negara telah mengumumkan status darurat-Dok. ESDM-
SOLO, DISWAY.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan stok BBM dalam negeri aman meski sejumlah negara telah mengumumkan status darurat energi.
Hal itu disampaikan saat melakukan sidak ke salah SPBU di Solo, Jawa Tengah.
BACA JUGA:Aku Harus Mati! Potret Nyata Kehidupan Hobi Flexing Sampai Terjerat Pinjol dan Pesugihan
BACA JUGA:Babak Baru Kasus Kuota Haji, KPK Tahan Stafsus Eks Menag, Dua Tersangka Terungkap
Tak hanya itu, Bahlil mengeklaim cadangan minyak Indonesia masih memenuhi standar minimal nasional yang berkisar di angka 21-28 hari.
Meski sejumlah negara telah mengumumkan status darurat energi akibat terdampak perang AS-Iran, Bahlil memastikan stok BBM cukup.
“Sekalipun dalam kondisi yang memang hampir semua dunia kena, tetapi kita bersyukur kepada Allah, hari ini BBM di negara kita tercinta, baik bensin, solar, maupun LPG, terpenuhi dengan baik,” ujar Bahlil ketika melakukan sidak di Jawa Tengah, dipantau secara daring dari Kementerian ESDM Jakarta, Kamis, 26 Maret 2026.
Bahlil memastikan, meski bbm akan habis dalam tempo 21-28 hari, stok minyak akan terus terisi kembali setelah minyaknya terdistribusi. Pasalnya, pemerintah mengoptimalkan fasilitas pengolahan minyak berupa kilang-kilang yang ada di Indonesia.
BACA JUGA:Daftar Negara Umumkan Darurat Energi Imbas Perang Iran-AS, Indonesia Termasuk?
Hal ini turut didukung pasokan impor minyak mentah sesuai dengan spesifikasi kilang-kilang dalam negeri juga dipastikan dalam kondisi yang aman. Ditambah, pemerintah juga telah mencari alternatif impor di luar wilayah terdampak perang Iran.
“Kita tahu bahwa 20 persen dari crude (minyak mentah) kita itu diambil dari Selat Hormuz. Sekarang, kami sudah ganti ke tempat lain dan pasokannya insyaallah sudah mulai membaik,” ujar Bahlil.
Untuk diketahui, sejumlah negara telah membatasi penggunaan BBM imbas konflik Iran-AS yang makin panjang.
Salah satunya Filipina, sejak Selasa (24/3/2026) lalu, pemerintah Filipina mengumumkan keadaan darurat nasional akibat gangguan rantai pasok energi global menyusul konflik di kawasan Timur Tengah.
Bahkan, Presiden Ferdinand Marcos Jr. telah menandatangani perintah eksekutif yang secara formal memberlakukan keadaan darurat energi nasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: