Email Direktur FBI Kash Patel Diretas Hacker Iran, Bongkar Foto dan Informasi Pribadi

Sabtu 28-03-2026,15:05 WIB
Reporter : Syifa Lulu
Editor : Syifa Lulu

JAKARTA, DISWAY.ID - Hacker Iran diduga telah membobol email pribadi Direktur FBI Kash Patel, aksi tersebut dikonfirmasi oleh kelompok peretas pada Jumat, 27 Maret 2026.

Hacker yang disinyalir berasal dari Iran menamai dirinya dengan Handala Team, mereka menyatakan telah meretas kotak masuk email Kash Patel.

FBI juga membenarkan bahwa saat ini email Patel tengah menjadi target penyerangan di tengah konflik panas Iran vs AS-Isreal.

BACA JUGA:AWAS! Ini Cara Hacker Kuras Rekening Lewat Modus Phishing dan Smishing, Cuma Modal Email Atau SMS

"Kami telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mengurangi potensi risiko terkait aktivitas ini." jelas juru bicara FBI, Ben Williamson dikutip The Guardian, Sabtu, 28 Maret 2026.

Ben menyampaikan bahwa data yang dibocorkan hacker Iran bersifat historis dan tidak mencakup informasi pemeritah.

Handala Team sendiri menyatakan bahwa kini Patel masuk dalam daftar korban mereka dan telah melumpuhkan sistem milik FBI hanya dalam hitungan jam.

"Patel sekarang akan menemukan namanya di antara daftar korban yang berhasil kami retas," tulis Handala Team.

BACA JUGA:Dievakuasi Saat Bus Terbakar,, 24 Jemaah Umrah Indonesia Selamat

Dalam unggahan di situs mereka, kelompok peretas itu juga mengancam akan menampilkan pertunjukan konyol sebagi aksi balasa dendam.

"Hari ini, sekali lagi dunia menyaksikan runtuhnya legenda keamanan Amerika. FBI dengan bangga menyita domain kami dan segera mengumumkan hadiah 10 juta dolar untuk kepala anggota Handala Hack. Kami memutuskan untuk merespons pertunjukan konyol ini dengan cara yang akan dikenang selamanya." tulisnya.

Hacker tersebut kemudian mempublikasi informasi pribadi Patel mulai dari foto-fotonya saat merokok dan mengendari mobil convertible klasik.

Tak hanya itu, kelompok tersebut juga mengunggah lebih dari 300 email pribadi yang berisi campuran korespondensi pribadi dan pekerjaan dari 2010 hingga 2019.

BACA JUGA:Bualan Trump Makin Menjadi: Saya Tolak Ditawarkan Iran Menjadi Pimpinan Tertinggi

Meski begitu, keaslian pesan-pesan tidak dapat diverifikasi secara independen. Namun, alamat email Patel yang diretas cocok dengan alamat sebelumnya.

Kategori :