JAKARTA, DISWAY.ID - PTPN IV PalmCo Sub Holding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan akses air bersih yang layak bagi masyarakat di berbagai pelosok Indonesia.
Menandai peringatan Hari Air Sedunia, PalmCo mencatatkan jejak kepeduliannya mulai dari penyediaan infrastruktur sanitasi di pelosok Sumatera dan Kalimantan, hingga penyaluran air bersih darurat di wilayah terdampak bencana.
Langkah ini menjadi wujud dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta komitmen perusahaan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa inisiatif pengadaan air bersih ini merupakan pilar penting dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
BACA JUGA:Libur Lebaran Bawa Berkah, Kunjungan Wisata Meledak Pendapatan Daerah Melambung
BACA JUGA:Jatuh di Kecepatan Tinggi Saat FP1, Marc Marquez: Ini Kesalahan Besar, Saya Terlalu Pede!
Pembangunan fasilitas ini secara khusus menyasar daerah-daerah yang selama ini mengalami krisis air bersih, baik karena kondisi geografis yang sulit maupun infrastruktur yang belum memadai.
"Akses terhadap air bersih bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga hak setiap warga negara. Program sanitasi air bersih ini merupakan wujud keberlanjutan dan komitmen PalmCo untuk senantiasa hadir dan memberi dampak langsung kepada kemanusiaan, terutama bagi masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional kami," ujar Jatmiko.
Bangun Puluhan Titik Sanitasi, Dukung Upaya Turunkan Stunting
Dalam implementasi jangka panjangnya, PalmCo hingga saat ini telah berhasil membangun lebih dari 40 titik fasilitas sanitasi air bersih yang tersebar di berbagai wilayah, membentang dari Pulau Sumatera hingga Kalimantan.
Lebih dari sekadar pemenuhan kebutuhan dasar, infrastruktur sanitasi air bersih yang dibangun PalmCo membawa misi kesehatan masyarakat yang esensial.
Keberadaan puluhan titik sanitasi ini diharapkan dapat berkontribusi secara langsung dalam memprevalensi atau menekan angka stunting di daerah pelosok.
Hal ini sejalan dengan temuan medis bahwa ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak sangat krusial untuk mencegah infeksi penyakit berulang pada balita, yang menjadi salah satu faktor utama penyebab stunting.
BACA JUGA:Arus Balik Lebaran 2026 Terkendali, One Way Tahap 3 Disiapkan Korlantas
BACA JUGA:Tinjau Peternakan di Boyolali, Gibran Tekankan Vaksinasi PMK dan Hilirisasi Industri
Hadirkan 200 Ribu Liter Air Bersih di Tengah Bencana Hidrologis
Tidak hanya berfokus pada infrastruktur permanen, Jatmiko juga menyoroti peran responsif perusahaan saat krisis terjadi.