JAKARTA, DISWAY.ID - Banjir hingga kini masih menjadi persoalan klasik yang terus menghantui Kota Bekasi.
Setiap musim hujan tiba, sejumlah wilayah kerap terendam akibat meluapnya sungai, buruknya sistem drainase, serta tingginya intensitas curah hujan.
Sebagai salah satu daerah penyangga ibu kota, Kota Bekasi memiliki tingkat urbanisasi dan pembangunan yang sangat pesat.
Namun, perkembangan tersebut tidak selalu diiringi dengan kesiapan infrastruktur pengendali banjir yang memadai.
Akibatnya, genangan air dengan cepat muncul di berbagai titik, mulai dari kawasan permukiman hingga jalan utama.
BACA JUGA:DPRD Kota Bekasi Meminta Solusi Atasi Dampak Penutupan TPST Bantargebang
Beberapa wilayah yang kerap terdampak banjir antara lain daerah bantaran sungai dan kawasan dengan sistem drainase yang kurang optimal.
Luapan Kali Bekasi menjadi salah satu penyebab utama banjir, terutama saat debit air meningkat akibat kiriman dari wilayah hulu.
Salah satu yang masih menjadi daerah langganan banjir di kota Bekasi adalah kecamatan Rawalumbu.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Oloan Nababan, memaparkan sejumlah langkah kongkret yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Kota Bekasi dalam menyikapi persoalan banjir, khususnya di kawasan Kecamatan Rawalumbu.
BACA JUGA:DPRD Kota Bekasi Himbau Pendatang Baru Urus KTP Kota Bekasi
Ia menyampaikan, penanganan genangan air di Rawalumbu sangat kompleks dan memerlukan solusi lintas wilayah.
Terlebih lagi, pembersihan saluran lokal tidak akan efektif jika terjadi penyempitan di wilayah hilir, termasuk area yang berbatasan dengan Kabupaten Bekasi.
“Permasalahan banjir ini sudah sangat kompleks. Jika hilirnya tersumbat atau terjadi penyempitan, pengerukan saluran di sini saja tidak akan menjadi jawaban tuntas,” ungkap Oloan Nababan
Dirinya berharap Pemerintah Kota Bekasi dapat berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mempercepat penanganan banjir.